Powered By Blogger

Jumat, 20 April 2018

Kebutuhan Umat pada Seorang Pemberani

Oleh: Tegar P. Prastowo

Dewasa ini, ujian yang menerpa Umat Islam sangat besar sekali. seperti sebuah kapal besar yang sedang berada dalam badai yang besar. Dan agar kapal itu dapat berlabuh dengan selamat di pelabuhan, maka kita semua harus menyiapkan banyak bekal, diantaranya bekal iman, bekal akidah dan akhlak. Juga harus mengajarkan kebaikan, kebajikan, kejujuran dan bukan hanya kepada sesama umat, melainkan kepada sesama Manusia. Manusia harus bersatu padu menyatukan kekuatan. Karena sebetulnya Manusia hanya memiliki Satu tujuan, satu tekad, dan satu semboyan yakni:

QS. Thaha 20 ayat 84:
...dan aku bersegera kepada-Mu, ya Rabbku, agar Engkau ridha (kepadaku).

Kuat dan lemahnya sebuah bangsa diukur dari kemampuan mencetak laki-laki pemberani. Saya yakin, bahwa seorang laki-laki mampu membangun sebuah bangsa jika sifat beraninya terbentuk secara benar (terbentuk sesuai ketentuan Quran dan Hadits). Namun di sisi lain, ia juga sangat mampu menghancurkan sebuah bangsanya sendiri jika keberaniannya cenderung mengarah pada sifat mufsiduuna fil ardh (perusak bumi) dalam kata dasar adalah fasad dalam terjemahan bahasa qurais, yang artinya adalah merusak.

Abdullah Ibnu Umar RA. pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Manusia bagaikan segerombolan unta yang hampir tidak kamu temukan seekor unta pun unta yang kuat. (HR. Muslim, Fadha il ash-Shahabah, no 2547, hlm.232, at-Tirmizi).

Dalam hal ini Ibnu Hajar menjelaskan, "Dalam seratus ekor unta, kamu tidak akan menemukan seekor pun unta yang kuat. Sebab, yang pantas dijadikan sebagai tunggangan adalah unta yang tegap jalannya dan mudah diatur. Seperti inilah analogi manusia. Dalam seratus orang, Anda tidak akan menemukan seorang pun yang pantas dijadikan teman, sahabat, yang akan menolong dan saling mengasihi temannya".

Syauqi bersyair: Orasi-orasi Agung telah memenuhi barat dan timur, Seorang Laki-laki telah mati, namun para laki--laki jumlahnya sedikit. 

Maka dari itu, sudah bukan waktunya lagi, Umat Islam untuk bersantai-santai, menikmati indahnya kekayaan alam negeri, dan menikmati nyamanya dan bahagianya ketika berada / bersama sanak keluarga, padalah kita tidak akan pernah tau, esok hari dunia / negeri yang kita tinggali ini akan seperti apa. Dan sudah saatnya para kaum Laki-laki di seluruh penjuru Negeri, membentuk kader-kader / bahkan dirinya sendiri untuk menjadi laki-laki yang pemberani yang religius.

sumber: Al Qur'an Suratul Thaha ayat 84, HR. Muslim, "Seberapa berani Anda membela Islam-Na'im Yusuf"

Tidak ada komentar: