Yakjuj dan Makjuj, sang aktor dan sutradara Pemusnah Seluruh Ras
1. Rekor Inggris di Tasmania
Ekspansi penjajahan memusnahkan seluruh penduduk pribumi dalam 104 tahun,
menurut pengamatan J.W. Pynter, yang meneliti sejarah tragis Tasmania dan hasilnya
dilaporkan dalam bukunya yang berjudul The Inquirer (Sang Penyelidik).
Pulau Tasmania mendapatkan namanya dari Abel Jansen Tasman, yang pertama kali
menemukannya pada tahun 1642. Tidak sampai satu setengah abad kemudian tidak
seorang kulit putih pun yang melihat suku aborigin di pulau itu. Seorang Kapten Prancis
mendarat dengan para awak kapalnya di sana pada tahun 1772 dan bertemu dengan
sekelompok suku pribumi, seseorang dari mereka mengajukan dan menawarkan tongkat yang dibakar kepada sang pelaut. Orang Prancis itu menafsirkan maksud perbuatan itu sebagai tanda peristiwa serangan dan penembakan terbuka terhadap suku pribumi, yang
lari, meninggalkan yang mati dan terluka.
Kebiadaban yang Mengerikan
Pada tahun 1803, seorang Kapten Inggris ditugaskan untuk melakukan penyelesaian di Tasmania. Tragedi pun dimulai.
Suatu hari beberapa orang suku pribumi, termasuk wanita dan anak-anak, muncul di dataran tinggi di atas permukiman kulit putih. Mereka tidak menunjukkan permusuhan, tetapi untuk beberapa alasan yang tidak diketahui, penembakan dilakukan terhadap mereka dan beberapa terbunuh.
Begitu mengerikan perilaku kulit putih sehingga pada tahun 1817 Gubernur Sorell
terpaksa menerbitkan proklamasi yang melawan kebiadaban terhadap orang-orang
aborigin.
2. Digunakan sebagai Target!
Musuh-musuh terburuk bagi orang-orang pribumi adalah orang-orang kulit putih
pelanggar hukum. Mereka mengikat orang-orang pribumi di pohon dan menggunakan
mereka sebagai target, atau menyeret wanita-wanita pribumi dengan paksa. Dan aksi
kriminal mereka menuntun pada penerbitan proklamasi pada tahun 1824, memperingatkan “penduduk pendatang” agar tidak melakukan pembunuhan massal (genosida) penduduk pribumi.
Peperangan meskipun begitu, tetap berlanjut.
Ajal terakhir penduduk pribumi datang dengan keputusan tanpa perasaan untuk
memindahkan semua penduduk pribumi dari pulau utama menuju satu pulau kecil di
Selat Bass adalah sebuah tempat yang tandus, di mana mereka menjemput ajal dengan cepat.
Pada bulan Februari 1869, pria Tasmania terakhir mati – William Laune. Pada bulan
Mei 1876, Truganina mati, wanita terakhir.
AS melanjutkan Inggris sebagai pemimpin aliansi misterius Manusia tak Ber-Tuhan yang mengendalikan dunia dan memerangi Islam dan umat muslim demi kepentingan Negara Euro-Yahudi Israel (Israeli Khilafah) Adalah aliansi Manusia yang menjadikan Kedok Agama mereka untuk membuat peradaban sekuler Barat modern dan menggunakan peradaban itu untuk memeluk seluruh manusia dalam pelukan dekaden dan tidak bertuhan.
Aliansi tersebut memastikan kemenangan besarnya dengan keruntuhan
Khilafah Islam Ottoman dan Darul Islam, menggantinya dengan Negara-boneka
seperti Republik Turki dan Kerajaan Saudi Arabia. Sebagai akibatnya, aliansi
Manusia tak Bertuhan ini secara efektif mengendalikan Haramain dan Hajj. Artikel ni mengenali bahwa aliansi Manusia tak Bertuhan adalah pencipta tatanan dunia Ya’juj dan Ma’juj. Tampaknya hanya masalah waktu sebelum mereka pun akan berhasil memenuhi ramalan Nabi Muhammad yang ada dalam Sahih Bukhari bahwa:
“orang-orang akan terus melakukan ibadah Haji dan Umrah bahkan
setelah lepasnya Ya’juj dan Ma’juj, tetapi Kiamat tidak akan datang sebelum
ibadah Haji (yang sah) tidak lagi ada.”
Sebuah ayat dalam Al-Qur’an Surat al-Maidah memperkirakan kemunculan aliansi Manusia Fasik dan dengan keras melarang persahabatan dan aliansi umat
muslim dengan umat Kristen dan Yahudi tersebut. Sulit menerjemahkan ayat itu
tanpa menambahkan tafsir penjelasannya.
“Hai orang-orang yang beriman (kepada Allah SWT), janganlah kalian mengambil
orang-orang Yahudi dan Kristen sebagai sahabat, aliansi, pelindung atau
pendukung. (Mengapa demikian?) (karena) sebagian (di antara) mereka adalah (atau
akan menjadi) sahabat, aliansi, pendukung bagi sebagian yang lain (di antara mereka).
(Dengan demikian, ayat ini tidak melarang umat Muslim menjalani hubungan sahabat
dengan semua pemeluk Yahudi dan Kristen, akan tetapi ayat ini melarang umat Muslim
bergabung dengan mereka dalam aliansi-aliansi seperti CENTO, SEATO, NATO, atau
hubungan-hubungan semacam itu yang telah mengubah tanah Arab menjadi Kerajaan
Saudi-Amerika dan bukan hanya saja sebagai pengkhianatan Umat Islam, tetap untuk seluruh Umat yang berpegang teguh terhadap keadilan dan keadilan itu tentu datang atas hati nurani.
Ayat ini memperkirakan datangnya suatu waktu saat Kristen dan Yahudi
tertentu secara aneh dan misterius melakukan rekonsiliasi satu sama lain, kemudian
membentuk aliansi yang bertujuan untuk melaksanakan Genosida. Al-Qur’an membedakan antara orang-orang Kristen
yang bersekutu dengan kaum Yahudi tertentu dengan orang-orang Kristen lainnya (lihat
Qur’an, al-Maidah 5:82) yang menjadi teman paling dekat dengan umat muslim. Hanya
dengan kaum Kristen dan Yahudi yang membentuk persekutuan satu sama lain, Allah Subhana wata'ala melarang persahabatan dan aliansi) Dan barangsiapa di antara kalian mengambil
mereka sebagai sahabat, aliansi, pelindung, atau pendukung, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. (Orang muslim yang seperti itu masuk ke dalam
masyarakat global tidak bertuhan Yakjuj dan Makjuj, dan akan kehilangan
Islam mereka) Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang
yang zalim.
(Qur’an, al-Maidah 5: 51)
Ayat Al-Qur’an yang diberkahi ini menyampaikan kepada umat Muslim
sebuah peringatan yang sungguh sangat serius, melarang masuk ke dalam dekapan
orang-orang yang saat ini menguasai dunia (yakni pemerintah dunia Yakjuj dan
Makjuj) dan memerangi Islam dan umat Muslim. Dan inilah tepatnya apa yang
dilakukan Negara-boneka Kerajaan Saudi Arabia, dan apa yang oleh begitu
banyak ulama neo-Salafi tidak mengenalinya, atau sulit mengenalinya.
Sesungguhnya, inilah apa yang seluruh dunia Islam telah lakukan dengan
membiarkan diri mereka dijebak dalam dekapan jahat Perserikatan Bangsa-
Bangsa, Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dll. Itulah prakiraan
tepat tentang penindasan yang dilakukan oleh aliansi tersebut
yang Nabi Muhammad (sallalahu ‘alaihi wa sallam) nyatakan 1400 tahun yang lalu:
“Kalian (umat Muslim) pasti akan memerangi umat Yahudi (yakni orang-orang Yahudi
yang menindas kalian), dan kalian pasti akan membunuh mereka (yakni kalian akan
menang) sehingga bahkan batu akan berbicara dan berkata Ya Muslim, ada seorang
Yahudi bersembunyi di belakangku, maka datang dan bunuhlah dia”.
(Bukhari, Muslim)
Allah SWT telah menyatakan, “barangsiapa di antara kalian mengambil mereka sebagai sahabat dan aliansi maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka (dan dengan demikian bukan lagi termasuk golongan kita)”,
dengan demikian umat Muslim sekarang memerlukan sebuah teologi politik Islam
yang dengan itu mereka dapat menanggapi dampak-dampak perilaku yang dengan
begitu keras dikutuk Allah SWT Sendiri. Perilaku itu sekarang telah dengan tidak
menyenangkan muncul di tengah-tengah mereka dalam bentuk penyembahan
universal tidak masuk akal dan bodoh.
Implikasi tambahan lepasnya Ya’juj dan Ma’juj ke dunia disampaikan Surat al-
Kahfi dalam Al-Qur’an yang diberkahi. Setelah Dzulqarnayn membangun dinding penghalang yang secara efektif mengurung Yakjuj dan Makjuj, dia menyatakan bahwa (pembangunan) dinding penghalang itu adalah (bentuk) Rahmat Allah. Dia memperingatkan, meskipun demikian, jika janji Allah SWT tiba (yakni permulaan Yaum al-Qiyamah / kiamat) Dia, SWT, akan meruntuhkan atau
menghancurkan dinding penghalang dan melepas Ya’juj dan Ma’juj ke dunia
1. Rekor Inggris di Tasmania
Ekspansi penjajahan memusnahkan seluruh penduduk pribumi dalam 104 tahun,
menurut pengamatan J.W. Pynter, yang meneliti sejarah tragis Tasmania dan hasilnya
dilaporkan dalam bukunya yang berjudul The Inquirer (Sang Penyelidik).
Pulau Tasmania mendapatkan namanya dari Abel Jansen Tasman, yang pertama kali
menemukannya pada tahun 1642. Tidak sampai satu setengah abad kemudian tidak
seorang kulit putih pun yang melihat suku aborigin di pulau itu. Seorang Kapten Prancis
mendarat dengan para awak kapalnya di sana pada tahun 1772 dan bertemu dengan
sekelompok suku pribumi, seseorang dari mereka mengajukan dan menawarkan tongkat yang dibakar kepada sang pelaut. Orang Prancis itu menafsirkan maksud perbuatan itu sebagai tanda peristiwa serangan dan penembakan terbuka terhadap suku pribumi, yang
lari, meninggalkan yang mati dan terluka.
Kebiadaban yang Mengerikan
Pada tahun 1803, seorang Kapten Inggris ditugaskan untuk melakukan penyelesaian di Tasmania. Tragedi pun dimulai.
Suatu hari beberapa orang suku pribumi, termasuk wanita dan anak-anak, muncul di dataran tinggi di atas permukiman kulit putih. Mereka tidak menunjukkan permusuhan, tetapi untuk beberapa alasan yang tidak diketahui, penembakan dilakukan terhadap mereka dan beberapa terbunuh.
Begitu mengerikan perilaku kulit putih sehingga pada tahun 1817 Gubernur Sorell
terpaksa menerbitkan proklamasi yang melawan kebiadaban terhadap orang-orang
aborigin.
2. Digunakan sebagai Target!
Musuh-musuh terburuk bagi orang-orang pribumi adalah orang-orang kulit putih
pelanggar hukum. Mereka mengikat orang-orang pribumi di pohon dan menggunakan
mereka sebagai target, atau menyeret wanita-wanita pribumi dengan paksa. Dan aksi
kriminal mereka menuntun pada penerbitan proklamasi pada tahun 1824, memperingatkan “penduduk pendatang” agar tidak melakukan pembunuhan massal (genosida) penduduk pribumi.
Peperangan meskipun begitu, tetap berlanjut.
Ajal terakhir penduduk pribumi datang dengan keputusan tanpa perasaan untuk
memindahkan semua penduduk pribumi dari pulau utama menuju satu pulau kecil di
Selat Bass adalah sebuah tempat yang tandus, di mana mereka menjemput ajal dengan cepat.
Pada bulan Februari 1869, pria Tasmania terakhir mati – William Laune. Pada bulan
Mei 1876, Truganina mati, wanita terakhir.
AS melanjutkan Inggris sebagai pemimpin aliansi misterius Manusia tak Ber-Tuhan yang mengendalikan dunia dan memerangi Islam dan umat muslim demi kepentingan Negara Euro-Yahudi Israel (Israeli Khilafah) Adalah aliansi Manusia yang menjadikan Kedok Agama mereka untuk membuat peradaban sekuler Barat modern dan menggunakan peradaban itu untuk memeluk seluruh manusia dalam pelukan dekaden dan tidak bertuhan.
Aliansi tersebut memastikan kemenangan besarnya dengan keruntuhan
Khilafah Islam Ottoman dan Darul Islam, menggantinya dengan Negara-boneka
seperti Republik Turki dan Kerajaan Saudi Arabia. Sebagai akibatnya, aliansi
Manusia tak Bertuhan ini secara efektif mengendalikan Haramain dan Hajj. Artikel ni mengenali bahwa aliansi Manusia tak Bertuhan adalah pencipta tatanan dunia Ya’juj dan Ma’juj. Tampaknya hanya masalah waktu sebelum mereka pun akan berhasil memenuhi ramalan Nabi Muhammad yang ada dalam Sahih Bukhari bahwa:
“orang-orang akan terus melakukan ibadah Haji dan Umrah bahkan
setelah lepasnya Ya’juj dan Ma’juj, tetapi Kiamat tidak akan datang sebelum
ibadah Haji (yang sah) tidak lagi ada.”
Sebuah ayat dalam Al-Qur’an Surat al-Maidah memperkirakan kemunculan aliansi Manusia Fasik dan dengan keras melarang persahabatan dan aliansi umat
muslim dengan umat Kristen dan Yahudi tersebut. Sulit menerjemahkan ayat itu
tanpa menambahkan tafsir penjelasannya.
“Hai orang-orang yang beriman (kepada Allah SWT), janganlah kalian mengambil
orang-orang Yahudi dan Kristen sebagai sahabat, aliansi, pelindung atau
pendukung. (Mengapa demikian?) (karena) sebagian (di antara) mereka adalah (atau
akan menjadi) sahabat, aliansi, pendukung bagi sebagian yang lain (di antara mereka).
(Dengan demikian, ayat ini tidak melarang umat Muslim menjalani hubungan sahabat
dengan semua pemeluk Yahudi dan Kristen, akan tetapi ayat ini melarang umat Muslim
bergabung dengan mereka dalam aliansi-aliansi seperti CENTO, SEATO, NATO, atau
hubungan-hubungan semacam itu yang telah mengubah tanah Arab menjadi Kerajaan
Saudi-Amerika dan bukan hanya saja sebagai pengkhianatan Umat Islam, tetap untuk seluruh Umat yang berpegang teguh terhadap keadilan dan keadilan itu tentu datang atas hati nurani.
Ayat ini memperkirakan datangnya suatu waktu saat Kristen dan Yahudi
tertentu secara aneh dan misterius melakukan rekonsiliasi satu sama lain, kemudian
membentuk aliansi yang bertujuan untuk melaksanakan Genosida. Al-Qur’an membedakan antara orang-orang Kristen
yang bersekutu dengan kaum Yahudi tertentu dengan orang-orang Kristen lainnya (lihat
Qur’an, al-Maidah 5:82) yang menjadi teman paling dekat dengan umat muslim. Hanya
dengan kaum Kristen dan Yahudi yang membentuk persekutuan satu sama lain, Allah Subhana wata'ala melarang persahabatan dan aliansi) Dan barangsiapa di antara kalian mengambil
mereka sebagai sahabat, aliansi, pelindung, atau pendukung, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. (Orang muslim yang seperti itu masuk ke dalam
masyarakat global tidak bertuhan Yakjuj dan Makjuj, dan akan kehilangan
Islam mereka) Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang
yang zalim.
(Qur’an, al-Maidah 5: 51)
Ayat Al-Qur’an yang diberkahi ini menyampaikan kepada umat Muslim
sebuah peringatan yang sungguh sangat serius, melarang masuk ke dalam dekapan
orang-orang yang saat ini menguasai dunia (yakni pemerintah dunia Yakjuj dan
Makjuj) dan memerangi Islam dan umat Muslim. Dan inilah tepatnya apa yang
dilakukan Negara-boneka Kerajaan Saudi Arabia, dan apa yang oleh begitu
banyak ulama neo-Salafi tidak mengenalinya, atau sulit mengenalinya.
Sesungguhnya, inilah apa yang seluruh dunia Islam telah lakukan dengan
membiarkan diri mereka dijebak dalam dekapan jahat Perserikatan Bangsa-
Bangsa, Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dll. Itulah prakiraan
tepat tentang penindasan yang dilakukan oleh aliansi tersebut
yang Nabi Muhammad (sallalahu ‘alaihi wa sallam) nyatakan 1400 tahun yang lalu:
“Kalian (umat Muslim) pasti akan memerangi umat Yahudi (yakni orang-orang Yahudi
yang menindas kalian), dan kalian pasti akan membunuh mereka (yakni kalian akan
menang) sehingga bahkan batu akan berbicara dan berkata Ya Muslim, ada seorang
Yahudi bersembunyi di belakangku, maka datang dan bunuhlah dia”.
(Bukhari, Muslim)
Allah SWT telah menyatakan, “barangsiapa di antara kalian mengambil mereka sebagai sahabat dan aliansi maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka (dan dengan demikian bukan lagi termasuk golongan kita)”,
dengan demikian umat Muslim sekarang memerlukan sebuah teologi politik Islam
yang dengan itu mereka dapat menanggapi dampak-dampak perilaku yang dengan
begitu keras dikutuk Allah SWT Sendiri. Perilaku itu sekarang telah dengan tidak
menyenangkan muncul di tengah-tengah mereka dalam bentuk penyembahan
universal tidak masuk akal dan bodoh.
Implikasi tambahan lepasnya Ya’juj dan Ma’juj ke dunia disampaikan Surat al-
Kahfi dalam Al-Qur’an yang diberkahi. Setelah Dzulqarnayn membangun dinding penghalang yang secara efektif mengurung Yakjuj dan Makjuj, dia menyatakan bahwa (pembangunan) dinding penghalang itu adalah (bentuk) Rahmat Allah. Dia memperingatkan, meskipun demikian, jika janji Allah SWT tiba (yakni permulaan Yaum al-Qiyamah / kiamat) Dia, SWT, akan meruntuhkan atau
menghancurkan dinding penghalang dan melepas Ya’juj dan Ma’juj ke dunia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar