Powered By Blogger

Minggu, 12 Maret 2017

Firaun Mesir dan Nabi Musa Bag. 1

Kisah Nabi Musa dengan Fir'aun Akhenaten (yang diperkirakan satu individu, tapi ternyata bukan)
Bani Israel,
Fir'aun Merenptah, Fir'aun Ramesses III, Fir'aun Amenhotep II, Raja Yuya (Nabi Yusufkah..?!),
Haman &, Qarun..

Firaun Merenptah (Firaun yang memerangi nabi Musa).

dalam kajian Al Qur'an, Bibble & Talmud (perjanjian lama)..

Kesimpulan akhir, pada zaman itu, termasuk para penguasa dan para Fir'aun, menjalani kehidupannya dengan cara yang rasakan baik. Sama seperti manusia yan lain, di tempat dan waktu yang berlainan, mereka juga makan, minun, tidur, bercocok tanam, hidup, mati, suka, sedih, sakit, terhibur, mengingnkan kebahagiaan dan lain-lain.

Sama seperti manusia yang lain juga, ada di antara mereka yang baik, jahat, TOLERAN, berani, Takut, tamak, keras kepala, saling membunuh, berperanh, saling memaafkan dan sebagainya.

Jika diperhatikan, sikap mereka pada zaman yang lain, tidak begitu banyak perbedaan, bahkan sama saja dengan masa / era / zaman saat ini (khususnya bangsa ini). Maka, ketika membuat pernyataan bahwa Firaun itu jahat, hanya menunjukan seseorang kurang mengamati perjalaan sejarah secara menyeluruh. Karena, hanya memperhatikan beberapa inividu yang mempunyai masalah dengan Nabi-nabi, dalam hal ini Nabi Musa.

Dari sudut kepercayaan Agama pun, secara umum mereka mengakui segala nikmat yang mereka dapatkan datangnya dari suatu kuasa Agung. Sejauh mana mereka menggunakan nikmat-nikmat itu, baik untuk kebaikan ataupun sebaliknya.

Karena suatu saat nanti, kita akan dipertanyakan perihal perbuatan kita sewaktu kita diberi nikmat di dunia ini. Serta kita pun harus memastikan dan bejanji terutama untuk para penguasa, yakni ketika hidup di dunia, pastikan bahwa kalian, tidak membunuh, tidak membuat dan membiarkan rakyat kelaparan, tidak merampas susu dari mulut bayi yang tak berdosa, tidak menghalau binatang dari padang rumput, tidak melakukan penipuan, tidak merampok, tidak mencuri dan tidak berbohong terutama ngemeg doang.

Selain itu, akan ditimbang dengan kebenaran. Jelas, tentang yang dilakukn oleh Firaun Merenptah (yang memerintahkan pembunuhan, terhadap bayi laki-laki, berdusta, menindas dan lain-lain). Bukan saja salah di sisi pandangan Agama Samawi, yang dianut oleh sebagian besar penduduk bumi ini saat ini. Bahkan, juga sala di sisi kepercayaan masyarakat.

Namu, hal itu tak berlaku bagi para keturunan Yakjuj & Makjuj, Komunisme, Liberalisme, Demokrasi, Sosialisme, cabang ideologi yang pada dasarnya memiliki ciri khas yakni ciri tak bertuhan, meskipun Komunisme ala Lenin & Stalin (antar mereka yang berbeda haluan dengan Marxisme) dalam penerapan ideologi yang mereka anggap baik, tidak mengenal Halal-Haram yang justru inilah yang paling berbahaya secara langsung. Untuk tidak langsung, silahkan cermati sendiri.

Karena kaum munafik, sama sekali tak bertuhan, tak kenal halal-haram dan menantang sang Jabaniyah AS di dasar Jahanam.

 Tegar Pungkas
#yakjujmakjujliveinactionn

Sumber : Firaun Undercover (Karya DR. Afareez Abd Razak Al-Hafiz), Al Qur'an, Bible dan Kisah perjalanan Nabi Musa..

Ka'bah dan Mekah pada masa Abdul Muthalib

Ka'bah dan Mekah pada masa Abdul Muthalib.

----Terinpirasi dari petuah salah satu Dosen di daerah Banten. Bahwa Suku Quraisy saat sebelum Nabi Muhammad dilahirkan adalah bangsa tersebut telah memajukan Mekah, bukan karena Ka'bah dan letak geografisnya, melainkan kepiawaian para pemimpin Quraisy dalam mengelola kota Mekah.----
____________________________________________

Abdul Muthalib mewarisi kepimpinan dari nenek moyangnya. Namun, ia lebih baik dari mereka. Dia mampu mengemban tanggung jawab dengan baik, oleh karena itu, Mekah di tangannya mencapai puncak kemajuan di berbagai bidang, baik politik, ekonomi, dan sosial. Banyak para ahli sejarah yang memuji kemuliaan dan kepribadian Abdul Muthalib. Catatan sejarah, bahwa para pemimpin yang hidup semasanya pun mengakui kepemimpinan dan keunggulannya.

Dalam bidang politik dalam negeri, beliau berhasil menjaga perdamaian antar suku di Mekah. Di masanya, suku-suki hidup berdampingan dengan damai dan nyaman. Mereka tunduk kepada kepemimpinan Quraisy dan merasa takjub akan politik bijaksana yang diterapkan Abdul Muthalib. Itu menjadi faktor utama bagi kesejahteran kaum Quraisy dan penduduk Mekah secara keseluruhan. Karena dari sumber sejarahwan menyatakan, bahwa sebelumnya antar suku yang satu dengan yang lain suka berperang demi memperebutkan sumber penghidupan mereka. Sehingga kesejahteraan jauh sekali dari harapan.

Dalam kancah politik luar negeri, Abdul Muthalib mampu menjalin hubungan yang baik dengan dua negara tetangga besar yaitu Persia & Romawi serta kerajaan yang berpengaruh yakni Hira & Ghassan. Ia juga berhasil menjalin hubungan baik dengan Yaman & Habasyah, hubungan Abdul Muthalib terjalin sangat erat.

Sampai ketika Abdul Muthalib, meminta Raja Najasyi dari Yaman, menjadi penengah antara dia dan pamannya, Naufal, saat berselisih. Hubungan kedua tokoh ini terus berlngsung hangat dan terputus saat Abrahah membangun Gereja besar di Shana'a untuk mengalihkan jamaah haji yang datang ke Melah.

Dalam bidang ekonomi, Abdul Muthalib berhasil mengangkat Mekah menjadi kota besar dan pusat kehidupan ekonomi bangsa Arab. Pada masanya, Mekah menjadi tempat paling nyaman untuk pertemuan kafilah-kafilah dagang dari berbagai bangsa dan agama. Itula sebabnya Mekah menjadi kota yang penuh dengan tradisi, budaya dan kaya peradaban.

Kedudukan dan kemuliaan Abdul Muthalib ini memuncak di tengah-tengah suku Arab ketika ia berhasil menemukan kembali dan menggali sumur Zamzam. Sepanjang sejarah, penduduk Mekah terus kekurangan sumber air. Demi air, mereka harus menempuh perjalanan jauh ke luar kota Mekah dengan kantong-kantong besar yang diangkut menggunakan Unta. Mereka yang tinggal di Mekah, harus mengeluarkan biaya yang mahal hanya untuk mendapatkan air. Namun, ketika Abdul Muthalib menemukan sumur Zamzam yang hilang dan air memancar dengan deras, segenap penduduk Mekah bersuka ria dan menganggap penemuan itu sebagai peristiwa agung. Maka, Abdul Muthalib menjadi tokoh yang dielu-elukan karena berhasil mengurangi beban hidup penduduk Mekah kala itu.

Ketika Mekah menghadapi serangan dar Habasyah, Abdul Muthalib berhasil menyelamatkan penduduk Mekah ke gunung-gunung dan lembah-lembah. Ia mampu menginspirasi kaumnya untuk berdiri dalam satu barisan dan melupakan semua konflik demi mengahadapi musuh yang asing yang datang menyerang. Ketika pasukan Abrahah menyerang, semua suku Arab pun bersatu, mereka berdiri gagah di belakang Abdul Muthalib untuk menghadang pasukan Gajah hingga akhirnya diberi kemenangan oleh Allah SWT melalui bantuan yang tidak diduga. Maka, Mekah & Ka'bah pun selamat dari serangan yang mengerikan dan tentara yang terkenal ganas tersebut.

Sistem keuangan kota Mekah juga sangat rapi di tangan Abdul Muthalib (saat ia memimpin). Pada masa kepemimpinannya, Mekah memiliki anggaran belanja yang tertib. Abdul Muthalib mengumpulkan dari sebagian harta penduduk Mekah untuk belanja makan dan minum seluruh jemaah Haji serta membeli penutup Ka'bah (kiswah) yang terbuat dari bahan yang baik.

Pada era kepemimpinannya, keadilan ditegakkan. Inilah yang membuat penduduk Mekah menarih hormat dan tunduk patuh pada Abdul Muthalib. Ia adalah sosok pemimpin yang cerdas, adil dan bijaksana. Ia serahkan seluruh tenaga dan pikirannya untuk melayani penduduk Mekah (bukan seperti saat ini, penguasa idiot hanya melayani Parte-parte idiot mereka saja) dan memudahkan semua jemaah haji yang berkunjung ke Mekah dan Ka'bah tanpa atura-aturan yang menyukitkan mereka (tanpa Visa, Pasport, tetek bengek yang katanya punya Umat Islam, tapi ketika ke sana sama saja diperlakukan seperti bukan oranh yang seagama, fakta bahwa Saudi adalah Negara Sekuler).

Ia juga mampu mengorganisi secara rapi kafilah-kafilah dagang yang hendak pergi ke Negara tetangga. Dalam pengaturan ini yang paling diperhatikan adalah penyesuaian waktu berangkat kafilah dagang asing dan waktu tiba mereka (saat ini sudah yang makin kacau, hantam harga, hantam lain-lain yang berujung pada Dukun). Dan ini pastinya membutuhkan pengelolaan / manajemen yang baik serta strategi yang baik. Jika tidak, kafilah-kafilah dagang Arab akan pergi sia-sia. Apalagi kafilah dagang Mekah sangat besar jumlahnya, dalam Al Husaini, al-Iddarah al-Arabiyyah (kairo, Alf Kitab, t.th.) Hal 29, jumlah untanya saja mencapai 2000, kuda sebanyak 500 dan anggota rombongan ada 300.

Maka, dapat disimpulkan bahwa kondisi ini bertolak belakang dengan para pandangan sejarahwan yang pandai, yang menganggap masa Jahiliyah era itu adalah sebagai masa yang kacau balau dan penuh kegelapan (sejatinya Jahiliyah adalah zaman kebodohan, ketika manusia diliputi kebodohan yang luar biasa, seperti saat ini, sudah jelas Islam adalah yang terbaik, kenapa mesti pilih yang lain..?!) yang menganggap ketika itu bangsa Arab tidak memiliki peradaban dan kebudayaan. Padahal, Mekah adalah kota yang mewarisi berbagai budaya dan peradaban dari negara-negara besar saat itu seperti Babilonia, Asyuria, Iramia, Kan'ani dan Saibah. Tidak hanya Mekah mereka juga mewariskan berbagai warna budaya pada dunia.

Seorang sejarawan orientalis, Wellhausen, mengatakan bahwa sebenarnya Mekah menjadi Kota yang maju bukan karena keberadaan Ka'bah atau letak geografisnya. Tapi, lebih karena kepiawan para pemimpin Quraisy dalam mengelola kota Mekah. Karena kepiawan merek ini, Quraisy menjadi Suku yang jauh lebih maju dari suku-suku Arab lain di jazirah Arab. Bahkan, lebih maju dari penduduk Yastrib (Madinah). Hal itu karena, penduduk Mekah hidup di era perdagangan, sementara penduduk Mandiah (Yastrib) masih berkutat di pertanian. Ketika itu, Mekah sudah mengenal berbagai macam layanan administrasi, pemeliharaan fasiitas umum dan manajemn kepemilikan properti.

Pada masa Abdul Muthalib, bulan haji adalah bulan haram, dimana pembunuhan, peperangan dilarang. Bangsa Arab lantas menggunakan kesempatan ini untuk mengundang orang dari seluruh penjuru Arab agar mau datang ke Mekah, untuk menyaksikan pasar tahunan. Saat itu, selain untuk tujuan ekonomi, diadakannya lomba-lomba sastra. Pasar Ukkazh adalah salah satu tempat yang dijadikan pentas sastra dan syair. Setiap suku berlomba menampilkan pentolan-pentolan yang ahli dalam bidang sastra dan syair agar dapat memenangkan perlombaan tersebut.

Sebagai pusat kegiatan haji, Mekah menjadi kota tuan rumah. Maka, para tokoh quraisy membuat aturan-aturan yang ketat pada penduduknya pwrihal pelayanan jemaah haji. Terutama masalah penyediaan konsumsi, selain itu mereka juga menginstruksikan agar semua penduduk menjaga kebersihan jalan di seluruh kota & bergotong royong membersihkan Mekah, dari sampah-sampah baik karena banjir  dan lain-lain. Adapun para budak bertugas mengambil air dari sumur-sumur di luar Mekah dan membawanya ke Ka'bah untuk membuhi kebutuhan haji.

Setiap blok pemukiman di Mekah memiliki tempat pembuangan sampah khusus (Pengaruh Ka'bah bagi perkembangan kota Mekah karya: Prof. DR. Ali Husni al-Kharbuthli). Orang-orang kaya mengimpor minyak zaitun dari luar Mekah untuk bahan bakar obor, yang disediakan secara gratis di bukit-bukit sekitar Mekah. Obor tersebut disediakan bagi kafilah-kafilah yang menempuh perjalanan malam agar tidak tersesat ketika menuju Mekah. Sebagaimana yang dituliskan Sejarawan pada masa Jahiliyah penerangan di malam hari sangat sulit dan jarang. Orang Arab biasa makan sebelum gelap tiba. Disebutkan dalam sebuah pepatah Arab "Sebaik-baik makan malam adalah jika makanannya masih bisa dilihat."

Banyak suku yang akhirnya menetap di Mekah karena lelah setelah hidup dengan cara Nomaden, mereka menetap di tempat yang suci yang berada di tanah tandus dan lahan hijau, serta diantara bukit dan lembah. Suku-suku ini tinggal di Mekah selama musim semi dan gugur, sedangkan saat musim dingin mereka menghabiskan waktu di Jeddah, dan di tepi pantai laut merah. Sementara saat musim panas mereka menghabiskan waktu di Thaif yang terletak tidak jauh dari Mekah (Al-Husaini, al-Idarah al-Arabiyyah, hal 29).

Suku-suku itu memilih tempat tinggal di Mekah karena Mekah dalah kota Suci, tempat berdirinya Ka'bah yang agung. Selain itu, pasar-pasar di Mekah menyediakan berbagai jenis komoditas dari segala penjuru dunia seperti India, Persia, Cina, Syam m, Mesir, dan Yaman. Terus, makin kama mereka mulai membangun rumah permanen di sekitar Mekah dan hidup berdagang (Luthfi Jum'ah, Tsaurah al-Islam wa Bathal al-Anbiya', hal. 41).

Tegar Pungkas
🦉
-—-———----———---———----



Rabu, 18 Januari 2017

Hubungan Yahudi Khazar dengan Yakjuj & Makjuj

Hubungan Yahudi Khazar dengan Yakjuj & Makjuj


  1. Asal Usul Yahudi Khazar

Yahudi khazar disebut sebagai bangsa, kabilah, negara atau kerajaan (imperium). Terutama tampak antara abad ke-7 dan ke-10. Hal tesebut merujuk kepada sebuah negara paganisme yang salah satu rajanya bernama Bulan yang kemudian memeluk agama islam, tetapi dalam beberapa riwayat disampaikan bahwa ia murtad dan memeluk agama Yahudi. Sudah menjadi suatu hal yang wajib pada abad ke-7 atau pertengahan sebelum era modern, bahwa secara otomatis rakyat dalam suatu negara tersebut akan mengikuti keyakinan atau agama sang Raja, walaupun hampir semua tidak mengikuti agama sang raja. Dalam hal ini kerajaan Khazar secara otomatis, ketika rajanya murtad atau berpindah agama dari agama Islam ke agama Yahudi maka, secara otomatis rakyat, kabilah dan negaranya pun berpindah agama atau memeluk agama Yahudi.

Akhirnya beberapa sumber menyatakan bahwa kabilah ini adalah kabilah ke-13. Mereka tidak termasuk ras Semit yang silsilahnya sampai pada Bani Israel dari keturunan Nabi Ibrabhim AS. Setelah dua kerajaan Bani Israel di tanah Palestina dihancurkan oleh Bangsa Asyur dan Babilonia dan mereka (rakyat Bani Israel) melarikan diri menyebar ke seluruh dunia. Setelah itu, mereka menyatakan kehilangan 10 kabilah lainnya. Kaum Yahudi Bani Israel tidak pernah mendapatkan kesempatan kembali ke tanah Palestina. Khususnya setelah penaklukan Islam atas tanah Palestina., kecuali pada abad ke-20 melalui perantara organisasi Zionis yang mencakup kaum Yahudi Semit dan non-Semit (Yahudi Khazar) atau mayoritas Yahudi yang tersisa saat ini.

Yahudi Khazar merujuk pada jumlah besar kaum Yahudi sekarang. Mereka adalah para pemerintah Zionis yang dapat kita sebut sebagau Israel. Mereka yang merencanakan setiap peperangan internasional dan nasional yang bahkan dapat disaksikan oleh kita bahkan oleh seluruh dunima, tentunya karena mayoritas media sosial itu adalah milik mereka kaum Yahudi / Israel. Tak mudah memang, menentukan munculnya Kerajaan Khazar sebagai sebuah bangsa dan negara dala panggung kehidupan di masa lalu. Banyak pendapat terkait pertumbuhan mereka di Asia Timur, ketika kabilah-kabilah Turki yang terdidr atas kabilah Tatar (Mongol) serta kabilah-kabilah lainnya yang berada di sekitar perbatasan Tiongkok kuno.

Menurut sebuah pendapat, “khazar” berasal dari kata berbahasa Turki, Quz, yang berarti berkelana atau memulai. Nampaknya, nama tersebut menunjukan perbuatan mereka yang sering berpergian dan berpindah tempat. Ada derivasi lain untuk kata koza dalam bahasa Rusia yang berarti buntut babi. Sejawaran Theovac (w. 818) menyebutkan bahwa mereka adalah orang-orang Turki yang datang dari timur dan disebut Khazar. Sebagian sejarawan menyatakan Khazar sampai ke Eropa Timur pada masa pemerintahan Byzantium Maurice Imperial setelah terrjadi konflik antara mereka dengan bangsa Turki Barat (dalam D.M Dunlop (Douglas Morton Dunlop). Sejarawan Yahudi Khazar, yang diterjemahkan oleh Suhail Zakar).

Pakar geografi Arab menyebutkan bahwa Khazar terdiri atas dua kelompok. Pertama, Kara-Khazar (Bangsa Khazar berkulit hitam). Kedua, Khazar kulit putih. Selanjutnya, Khazar muncul di Eropa Timur pada abad ke-16. Mereka datang dari tanah kelahiran mereka. Hal itu terjadi pada bangsa Turki Utsmani dan bangsa Turki Saljuk. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Khazar kulit hitam seperti orang India, buka Afrika. Ibn Sa’id Al Maghribi menyatakan “Sedangkan Khazar, mereka adalah orang-orang yang tinggal di bagian kiri wilayah yang dihuni, ke arah daerah ketujuh. Mereka membuat menara beruang di atas kepala mereka. Tanah mereka dingin dan basah. Oleh karena itu, kulit mereka putih, bermata biru, berambut merah terurai, bertubuh besar, berwatak dingin dan berpandangan buas.

Khazar menjadi kelompok bersamaan dengan umat-umat Timur Besar lainnya, mereka sama seperti bangsa Tiongkok dan Turki yang datang berkelompok ke pintu-pintu masuk Kekaisaran Persia. Dalam bukunya, Al-Thabari Tarikh Al-Thabari, mengatakan, “Di antara putra Mu’ij, Yakjuj dan Makjuj. Mereka berada di timur tanah Turki dan Khazar”. Pendapat lain menyatakan bahwa turki berasal dari keturunan Nabi Ibrahim AS. dari istrinya, Qathura/Qanthura, yang ayahnya termasuk orang Arab ‘Aribah. Ibn Ishaq dan Jahizh termasuk orang yang berpendapat demikian.


  1. Yahudi Khazar dengan Yakjuj dan Makjuj

Yahudi Khazar berasal dari keturunan Yafet ibn Nuh AS. sedangkan Yahudi Israel berasal dari keturunan putra-putri Ya’qub AS. yang nasab keturunannya sampai kepada Sam bin Nuh AS. Demikia pula dengan bangsa Turki tatkala bangsa Khazar dinisbahkan kepada mereka pun dari Yafet. Dari Turki muncullah Yakjuj dan Makjuj. Mereka terdiri atas beragam kabilah. Mereka keluar dari lubang besar yang menjadi jalan menuju dunia bawah tanah untuk menyerang rekan-rekan mereka, orang-orang yang mengadu kepada raja sekaligus salah seorang Nabiullah, Nabi Dzulkarnayn.

Kemudai beliau (Dzulkarnayn) mengurung mereka hingga mendekati akhir zaman. Allah menyebutkannya dalam Al Quran Quran Surat Al Kahfi ayat 93 – 99
Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan
Mereka berkata: "Hai DDzulqarnayn, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?"
Dzulqarnayn berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,
berilah aku potongan-potongan besi." Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah DDzulqarnayn: "Tiuplah (api itu)." Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu."
Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.
Dzulqarnayn berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar."
Kami biarkan mereka di hari itu (Pada Perang Dajjal) bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya, (QS. Al-Kahfi: 93-99)

Ada beberapa hadits shahih yang menjelaskan tentang Yakjuj & Makjuj bahwa mereka berwajah lebar seperti perisai yang terpukul (buruk suatu benda yang sering dipukul hingga terdapat sekali bekasnya), bermata sipit, berambut pirang dan mereka dapat turun dengan cepat dari tempat yang tinggi. Ada beberapa pendapat bahwa Yahudi adalah Yakjun & Makjuj. Pernyataan ini tidak bisa dibenarkan secara umum, sebab Yahudi berasal dari 12 kabilah Bani Israel. Sedangkan, kabilah ke-13 hanyalah Yahudi Khazar yang nasab keturunannya sampai pada Yakjuj & Makjuj.

Heolia Georgia menyebutkan bahwa ada satu kesastraan kuno yang mengungkapkan bangsa Khazar adalah Yakjun & Makjuj. Mereka adalah kaum laki-laki buas yang memiliki penampilan yang buruk dan haus darah. Seorang penulis Armenia juga menjelaskan bahwa Bangsa Khazar adalah orang-orang yang berwajah buruk, lebar dan tidak atau hampir tidak memiliki bulu mata, serta berambut panjang seperti wanita. Seorang ahli geografi Arab Persepolis menyebutkan bahwa bangsa Khazar tidak mirip dengan orang Turki karena rambut mereka hitam. Mereka terbagi dua. Pertama, Kara-Khazar, yaitu bangsa Khazar kulit hitam. Mereka mirip orang India. Kedua, Khazar kulit putih. Mereka berpenampilan tampan dan menarik perhatian.

Seperti banyak diketahui bahwa anggota kasta yang memiliki paras menarik dan berkulit putih adala kasta penguasa. Adapun anggota kasta yang lainnya berkulit hitam. Hal ini dijadika pembenaran atas keyakinan bahwa orang Bulgaria Putih lebih putih daripada orang Bulgaria kulit hitam. Atau orang Tatar putih terkenal dengan nama Ephtaltes yang memerangi India dan Persia pada abad ke-5 dan ke-6 adalah orang-prang yang lebih pirang daripada kabilah-kabilah Tartat yang lain yang pernah menyerang Eropa (Kabilah ke-13).

Dalam bukunya Koestler, Kabilah Ketiga Belas. Dia menambahkan, “kenyataanya, bangsa Khazar adalah bangsa yang berkulit hitam yang bergantung pada hipotesis ahli geografi Arab Perpolis. Keadaan mereka diterangkan dalam beberapa tulisan rekan-rekannya bukan atas dasar sandaran ilmiah yang otentik, tetapi mendasar pada cerita-cerita legenda dan dongeng. Dan saya pun tidak lebih banyak mengetahui dan meneliti tentang keadaan jasmani bangsa Khazar atau asal usul mereka”. Namun, beberapa pendapat menyatakan bahwa kenyataanya, kabilah-kabilah Turki dan kaum-kaum yang berasal dari mereka, Tartat, Mongol atau di barat mereka lebih dikenal dengan nama Huns, adalah kabilah yang jumlahnya sangat banyak. Yakjuj & Makjuj salah satu dar mereka. Mereka semua berasal dari keturunan Yafet bin Nuh AS. mereka terus menerus berketurunan dalam jumlah yang besar, hingga menjadi jumlah yang terbesar dari keturunan Nabi Adam AS. pada hari kiamat kelak.

Heolia Brisk menegaskan bahwa bangsa Khazar muncul di Eropa sekitar pada abad pertengahan ke-5 sebagai rakyat di bawah kepemimpinan pemerintah Tatar. Mereka, bangsa Hungaria, serta kabilah-kabilah lainnya dianggap berasal dari keturunan kabilah Atila yang merupakan pemimpin Tatar. Setelah Atila meninggal dunia, ImperiumTatar hancur dan gelombang kabilah-kabilah yang berpindah tempat pun mulai bermunculan., dari timur Asia ke timur Eropa. Kabilah yang paling terkenal diantara mereka adalah kabilah Ujour dan Afar. Kabilah Khazar termasuk dalam golongan mereka.

Sebelum berdirinya ImperiumKhazar, mereka ikut ImperiumTurki Barat (Kerajaan Turkut), Kaffan atau Sajat. Mereka menjadi kesatuan konfederal yang mengumpulkan banyak kabilah di bawah seorang pemimpin yang dijuluki Khakan; dalam bahasa Turki berarti Tatar dan dalam bahasa Mongol berarti raja. Pemerintahan pertama Turki ini hidup selama satu abad, dari tahun 550-650. Kemudian, terpecah belah tanpa tersisa sedikitpun.

Setelah bangsa Khazar terkalahkan dan Imperiummereka berakhir pada 965 hingga abad ke-13, mereka terus menjaga kemerdekaan dalam batas-batas wilayah yang lebih sempit dari sebelumnya. Selain itu, mereka juga menjaga agama mereka, Yahudi. Bahkan, mereka kembali membiasakan perampasan dan perampokan tehadap orang lain, sebagaimana yang mereka lakukan ketika masih memiliki imperium. Dengan kata lain, mereka kembali melakukan kerusakan di muka bumi. Hal itu  merupakan sifat-sifat paling penting umat Yahudi.

Lebih jauh kita kuak, salah seorang sejarawan Baron, menyatakan, “Secara umum, kerajaan kecil Khazar terus ada dan hampir berhasil menghalau seluruh musuh mereka hingga ke pertengahan abad ke-13 ketika mereka menjadi mangsa bangsa Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan, Khakan Agung Mongol, sebagai raja dunia saat itu. Perlu diingat bahwa saat itu mereka melakukan pertempuran yang sengit hingga akhirnya meminta seluruh wilayah tetangga untuk menyerahkan diri dan ikut bergabung. Mereka sebelumnya telah membuat pusat Imperiumdi negeri Khazar, tetapi mereka telah mengirim sebelum dna setelah penyerangan Mongol sebagian besar keturunan mereka menyebar ke negeri-negeri Slavic yang belum ditaklukan oleh Mongol. Dengan demikian, pada akhirnya keturunan mereka ini membantu mendirikan markas-markas Yahudi besar di Eropa timur.

Ada kemiripan antara Yakjuj & Makjuj dengan Yahudi ini memiliki kesamaan sifat merusak di bumi ini dan menyerang tetangga. Perusakan yang dilakukan oleh Yakjuj & Makjuj, kaum Yahudi Bani Israel, dan Yahudi bangsa Khazar keturunan Turki telah dijelaskan dalam Al Quran dan sejarah manusia.

Jauh sebelum Imperium Khazar Yahudi Khazar hancur, beberapa kabilah telah berkumpul. Mereka dikenal dengan kabilah Al-Kabar hingga kabilah Magyar, dan mereka pindah ke Hungaria Taksony mengajak sejumlah pendatang Khazar lain untuk menetap di wilayah kekuasaanya. Tentara Yahudi Khazar muncul dalam peperangan Hungaria pada 1154. Sementara ini mewujudnya tersebarnya bangsa Tatar yang memeluk agama Yahudi di Eropa Timur, bahkan setelah Imperiummereka hancur pada abad ke-10.

Sebelum mengakhiri bagian tentang hubungan Yahudi Khazar dengan Yakjuj & Makjuj, Saya akan menyampaikan kembali tulisan para pengembara Arab yang hidup pada masa Khalifah Abbasiyah, salah satunya adalah Ibn Fadhlan, yang telah mendatangi negeri Khazar pada masa pemerintahan Khalifah Al-Muqtadur Billah Al-Abbasi. Dia menjelaskan bahwa bangsa dan kerajaan Khazar semuanya Yahudi. Bangsa Bulgaria serta negara tetangga tunduk dan taat kepada mereka. Dan sebagian ada yang menyatakan bahwa Yakjuj dan Makjuj adalah bangsa Khazar.


Barangkali kita tidak boleh lupa, bahwa Al-Masih Ad-Dajjal ketika keluar akan diikuti oleh Yahudi. Khususnya Yahudi Khazar di seluruh dunia, dari timur hingga barat. Kita juga tentu tidak boleh lupa bahwa Khazar termasuk kabilah Yakjuj dan Makjuj yang telah dipenjarakan oleh Dzulkarnayn. Bab ini Saya ambil dari buku terbitan Dar Al-Kitab Al-Arabi, Damaskus, Mesir yang ditulis oleh Manshur Abdul Hakim, dalam salah satu bukunya yang menjelaskan antara Yahudi Khazar dengan Yakjuj dan Makjuj dalam bukunya yang berjudul Ya’juj & Ma’juj dari awal hingga akhir. 

Asal Usul Ya’juj & Ma’juj

Asal Usul Ya’juj & Ma’juj

Dalam bukunya, Ibnu Katsir menerangkan bahwa mereka adalah dari keturunan Adam dari keturunan Nuh, dari anak keturunan Yafits yakni nenek moyang bangsa “Turk” yang terisolir oleh benteng tinggi yang dibangun oleh Dzulqarnain.

Magogh bin Yafet bin Nuh bin Lamik (Lamaka) bin Metusyalih (Matu Salij) bin Idris bin Yarid bin Mahlail bin Qianan bin Anus bin Syit bin Adam.

Ya’juj dan Ma’juj adalah merupakan keturunan manusia, yaitu masih keturunan anak lelaki Nuh bernama Yafis dan berhijrah ke utara, yaitu ke Eropa dan Rusia bagian Selatan, selepas banjir kering. Keturunan Sam berpindah di sekitar bumi Kanaan lalu membentuk bangsa Arab dan sekitarnya. Keturunan Ham pula berhijrah ke Afrika lalu membentuk bangsa Afrika. Oleh itu sekiranya seseorang itu berketurunan nabi, beliau semestinya manusia dan malahan boleh dianggap berketurunan mulia dan baik-baik. Oleh itu, tidak munasbah menyatakan Ya’juj dan Ma’juj makhluk ghaib (jin) tetapi berketurunan nabi-nabi.

Turun dengan cepatnya bisa diartikan sebagai strategi serangan/barisan yang kuat atau piawai/memiliki kecepatan (seperti berkuda atau berkendaraan dan berpesawat) atau serangaan yang sangat kilat dalam menghancurkan/ahli dalam membuat persenjataan yang hebat, jitu dan cepat. Satu Yakjuj dan yang lain Makjuj seakan-akan menjelaskan bahwa bangsa ini terdiri dari dua ras genetika suku bangsa terbesar yang bila dikaitkan sebagai anak turunan nabi Adam as (bapak peradaban awal dan bapak manusia) atau anak turunan nabi Nuh as (bapak peradaban tengah dan sekarang) dan bila dikaitkan dengan jumlahnya yang sangat banyak, kita bisa melihat mereka seharusnya sekarang adalah bangsa yang jumlahnya sangat besar, maka kita harus meneliti 2 genetika ras terbesar di dunia yang paling banyak terdapat pada manusia.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Belum akan tiba kiamat sehingga kaum muslim memerangi kaum ‘Turk’ (Tatar), kaum yang wajahnya (licin dan lebar) seperti perisai. Mereka akan mengenakan pakaian (yang terbuat) dari bulu, dan mereka berjalan mengenakan (sepatu yang terbuat) dari bulu”. (HR. Muslim, Abu Dawud, dan an-Nasa’i)

Menurut penjelasan lain, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan tiba Kiamat hingga kalian memerangi kaum yang alas kakinya terbuat dari bulu. Dan kiamat tidak akan tiba sampai kalian memerangi kaum yang bermata kecil dan berhidung mancung” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)

Dua hadis ini cocok dengan apa yang terjadi terhadap ciri-ciri dan serangan bangsa Mongol, maka salah satu genetika rasnya adalah sama dengan yang di jumpai pada bangsa ini.

Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala mewahyukan kepada Isa ‘alaihissalam: Sesungguhnya aku mengeluarkan hamba-hamba-Ku yang tidak ada kemampuan bagi seorang pun untuk memeranginya. Maka biarkanlah mereka hamba-hamba-Ku menuju Thuur. Lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala keluarkan Ya’juj dan Ma’juj dan mereka mengalir dari tiap-tiap tempat yang tinggi. Kemudian mereka melewati danau Thabariyah, dan meminum seluruh air yang ada padanya. Hingga ketika barisan paling belakang mereka sampai di danau tersebut mereka berkata: “Sungguh dahulu di sini masih ada airnya….” (HR. Muslim)

Kata-kata : “Sungguh dahulu di sini masih ada airnya….” Sangat jelas pengertiannya bahwa  orang yang berkata seperti itu pernah melihat secara langsung tempat itu atau pernah mendengar kabar/informasi/TV/internet tempat itu, seperti bila Anda berkata: “Sungguh dahulu disini tidak ada jalan aspal/Sungguh dahulu disini masih ada pasar”. Jadi bila mereka adalah orang yang terkurung atau berada di dalam bumi bagaimana mereka tau bahwa dahulu di danau Thabariyah banyak air, bila merujuk sebelum kurungan yang notabene awalnya beribu tahun lalu sebelum terbuka, tidak mungkin nenek moyang-moyang Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog ini masih hidup ribuaan tahun dan menceritakan adanya danau tersebut kecuali mereka dahulu adalah terpelajar dan menuliskan di manuskrip (ada hadis dan ayat yang menggambarkan bahwa tidak ada makhluk atau manusia yang dibuat kekal).

Maka yang tepat adalah orang-orang yang ada disekitar daratan bumi yang punya akses atau berita dan informasi. Dan perlu Anda ketahui bahwa Danau Thabariyah ini telah ¼ nya kering dan benar-benar dipakai buat di minum, dari barisan pertama kali yang datang menduduki tanah ini hingga yang datang berkunjung hari ini ke Israel. Penulis belum tahu pasti akan barisan keberapakah di esok hari yang datang ke Israel yang tidak kebagian minuman dari danau Thabariyah ini. Yang kering air-nya juga kemungkinan akan dibantu oleh 3 tahun kemarau hingga lebih cepat dari perkiraan.

Dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah bersabda, sesungguhnya yajuj dan majuj menggali [Dinding] setiap hari. ketika mereka nyaris melihat sinar matahari berkatalah orang yang di atas mereka. Kembalilah dan kita akan menggalinya lagi besok. Allah lalu mengembalikanya lebih rapat dari semula. Hingga mereka sampai ke tempat mereka dan Allah berkehendak untuk membangkitkan mereka kepada manusia. Mereka menggali sampai ketika mereka nyaris melihat cahaya matahari, berkatalah pemimpin mereka, kembalilah, kita akan menggalinya lagi besok. Hari berikutnya mereka kembali dan keadaanya sama seperti pada hari mereka meninggalkanya. Maka menggalinya dan keluar kepada manusia. Mereka mengeringkan air. Orang orang berlindung dari mereka di benteng benteng.”

Gambaran melihat sinar matahari lebih bersifat kiasan bahwa mereka ingin segera keluar dari kurungan yang berkutat di seputar wilayahnya saja dan berbuat apa yang mereka mau sebagai kemerdekaan bebas sebebas-bebasnya seperti orang yang berada lama di penjara yang berkata ingin segera melihat matahari (keluar penjara) hingga tidak henti-hentinya mencari jalan kebebasan namun selalu dihalangi karena belum waktunya tersebut dan juga bila di rujuk ke arah bawah wilayahnya (selatan) termaksud salah satunya adalah wilayah khurasan yang dikatakan dengan nama lain sebagai “tempat terbitnya matahari” bisa diartikan pula seakan-akan mau cepat bebas dan bergerak menyerbu ke daerah sana namun terhalang bangunan tinggi alam dan buatan yang tak dapat dilewati. Penghadangan tembok ini terjadi selama 2000 tahun, mengingat pengulangan 2x hari (2 x 1000) pada hadis sampai akhirnya terbuka yaitu pada saat penaklukan yang dilakukan Mongol.

Diriwayatkan oleh Al-Hakim dan Ibnu Mardhawiyyah melalui Abdullah bin Amru, juga diriwayatkan oleh Abdu bin Hamid melalui sanad sahih daripada Abdullah bin Salam: “Sesungguhnya (Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog) daripada zuriat Adam dan di belakang mereka ada tiga umat, tidak mati di kalangan mereka melainkan meninggalkan lebih daripada seribu zuriat.

Dari Tabrani dan Ibnu Mardhawiyyah dan Al-Baihaqi dan Abdu bin Hamid daripada Ibnu Umar: “Dinamakan (Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog) kepada tiga umat: Tawil, Taris dan Mansik”.

Imam Al-Alusi berpendapat bahawa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog mempunyai umur yang paling panjang. Ibnu Kathir telah berkata bahawa bilangan mereka tidak dapat ditetapkan, tetapi pasti jumlah mereka sangat ramai.

mereka tidak mati sebelum melihat seribu keturunannya (zuriat), dikatakan bahwa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog tidak akan mati kecuali melihat seribu keturunannya, mengapa demikian? Ada tiga pengertian disini :
Bahwa semenjak dahulu mereka adalah orang-orang berprilaku barbar dan kafir, yaitu yang suka melakukan pergaulan bebas dan perkosaan yang merupakan bagian sifat barbar dan sifat penganut kebebasan sebebas-bebasnya, bahkan hingga sekarang pergaulan bebas itu masih terwujud, hingga layaklah mereka memiliki perkembangan bilangan turunan ras yang akan sangat banyak dan sub-keturunan suku dan bangsa yang banyak karena percampuran antar suku-suku mereka yang sesama penyuka gaul bebas, janganlah berpikir bahwa pengertian diatas adalah tiap satu orang bisa memiliki seribu anak, karena pengertian ini adalah pengertian yang kedua namun secara kiasan. Walaupun ada juga diantara mereka punya lebih dari 100 anak seperti Kaisar/Raja dan kaum bangsawan yang punya banyak selir.

Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog tidak akan mati kecuali telah melihat 1000 orang lainnya telah mengikuti ajakan, paham atau kepercayaan mereka, seperti : Demokrasi, Liberalisme, Materialisme, Komunisme, dan nisme-nisme lainnya. Bolehlah kita katakan bahwa kepercayaan dari sub-suku-suku dan sub-bangsa-bangsa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog memiliki kepercayaan Atheisme, Paganisme, Dinamisme, Animisme, Polytaisme, dsb dengan sistem anutannya demokrasi, liberal, komunis, materialis, dsb. Selain tentu saja bukan Islam. Seribu keturunan diartikan tiap pemimpinan kepercayaan atau ideologi mampu membawa seribu orang lain yang mengikutinya dan menjadi pengikut aliran dan faham mereka dan pengikut ini mengembangkannya lagi ke 1000 orang lainnya dan seterusnya.

Bisa juga pemaknaannya seribu keturunan adalah turunan dari awal hingga akhir telah menjadi berkembang berjumlah 1000 sub-suku-suku/bangsa-bangsa di dunia, baru Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog mati secara global yaitu pada saat mereka terkumpul diakhir jaman menyerang pasukan Imam Mahdi dengan jumlah suku yang menyerang sebanyak 1000 suku.

Mengapa demikian? Masih ingatkah akan Hadis Qudsi ini :
dari abu said al kudri dari rosulullah beliau bersabda: 'allah berfirman! 'wahai adam! Lalu adam menjawab, 'aku sambut panggilanmu ya allah, dan dengan bahagia aku menerima perintahmu, segala kebaikan berada di tanganmu. Kemudian ia berfirman, 'keluarkanlah pasukan ahli neraka! Adam bertanya, 'apakah pasukan ahli neraka itu? Allah berfirman, dari 1000 orang ada 999 orang (yang masuk neraka). Maka ketika itu anak anak kecil rambutnya mendadak beruban, setiap yang hamil melahirkan kandunganya, dan kamu lihat manusia sama mabuk padahal mereka tidak mabuk, melainkan hanya adzab Allah itu pedih. Para sahabat bertanya, 'wahai rosulullah, bagaimana posisi kita kalau yang bukan pasukan neraka itu hanya satu orang di antara seribu orang? Beliau menjawab, bergembiralah karena di antara kamu hanya seorang (yang masuk neraka) sedangkan dari yajuj dan majuj seribu orang (yang masuk neraka). Shahih bukhari.

Hadis ini selain menggambarkan jumlah perbandingan penduduk Surga dan Neraka tapi juga menggambarkan di akhir jaman selain dari orang Islam adalah pasukan Neraka, berarti merujuk keseluruhan bangsa-bangsa dunia selain dari Islam, adalah pasukan Neraka, bila kurang jelas bisa diartikan selain dari Islam, agama dan kepercayaan apapun adalah pasukan Neraka, yaitu bisa juga diperbandingan umat Neraka dari umat Islam dengan pasukan Neraka yang lain adalah 1:1000, dan siapakah yang dibandingkan ini, Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog maka malah dibilang tidak akan mati melihat 1000 turunan/pengikut ideologi dan kepercayaan mereka, sama dengan pembanding ke orang Islam 1:1000. Masih tidak percaya bahwa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog adalah bangsa seluruh dunia yang akan menjadi lawan tanding pada perang Dajjal bagi umat Islam Bergembiralah, karena kalian berada di dalam dua umat, tidaklah umat tersebut berbaur dengan umat yang lain melainkan akan memperbanyaknya, yaitu Ya’juj dan Ma’juj”. Pada lafaz yang lain: “Dan tidaklah posisi kalian di antara manusia melainkan seperti rambut putih di kulit sapi yang hitam, atau seperti rambut hitam di kulit sapi yang putih.”. Masih belum percaya, silahkan lihat lebih lengkap dua Hadis Qudsi ini lagi, lagi-lagi ada perkataan perbandingan dengan Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog.

Masih tidak percaya ya, di Injil saja ada dikisahkan tentang Dajjal yang akan menyesatkan seluruh bangsa yang teridentifikasi turunan Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog atau Gog dan Magog “Dan ia akan keluar untuk menyesatakan bangsa-bangsa yang tersebar di keempat penjuru bumi, seperti Gog Magog. Mereka akan dikumpulkan oleh Iblis untuk berperang. Jumlah mereka seperti pasir ditepi laut.” (Wahyu 20:8) dan pasukan Neraka ini adalah keturunan nabi Adam as berarti manusia lah Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog. Posisi Kita diakhir jaman adalah berada di dalam dua umat ini, kedua umat ini kalau berbaur entah karena ideologi atau pergaulan bebas atau kepercayaan dan agamanya melainkan akan memperbanyaknya, siapa, ya Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog, klo tidak kenapa Kita hanya disebut diantara dua umat yakni umat Yakjuj dan umat Makjuj dan kemana umat-umat/bangsa-bangsa/suku-suku lain seperti Yahudi, Nasrani, bani Ishaq, Rum, Khuz dan Kirman dan bani-bani lainnya?. Bukankah masih ada anak-anak dan wanita-wanita yang tidak berperang.

Justru saat ini umat Islam dikatakan didalamnya lagi bukan diantaranya, berarti ada juga mereka yang telah Islam sebelumnya dengan kata lain, bisa saja suku Anda adalah bagian Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog namun Anda tidak karena keislaman tersebut. Masih tidak percaya, satu lagi penguatnya, yaitu ada hadis dari Ibnu Abbas: “Bumi itu terbagi menjadi enam. Lima bagian dihuni oleh Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog, sedangkan yang satu dihuni oleh makhluk yang lain” (pen: dunia mengenal adanya 6 benua) dan Dari Imran bin Hushain r.a., Rasulullah saw. bersabda,’...dan demi jiwaku yang berada dalam genggaman-Nya bahwa kalian adalah kilauan dua makhluk yang selalu berkembang jumlahnya yaitu Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog yang berasal dari keturuan Adam, keturunan Iblis’ (HR Turmudzi). Jadi musuh Islam akhir jaman dalam perang Dajjal adalah perbandingan pasukan Islam 1:1000 dari seluruh bangsa-bangsa juga secara global dan secara penamaan global. Pernahkan meneliti rambut putih diantara rambut hitam, berapakah perbandingannya?. Apakah seluruh dunia yang akan menyerang Kita? Tentu, Tidak!.

Karena masih ada peradaban setelah “periode jaman Islam akhir” nantinya yaitu peradaban “periode jaman Kiamat”, dimana satu pria berbanding 50 wanita, tidak heran banyak wanita mengejar pria akan menyebabkan pergaulan yang sangat bebas pada masa tersebut (ciri pergaulan bebas ini selalu melekat dari dahulu), masih ada umat-umat lain yang diselamatkan Allah dijauhkan dari Dajjal dan Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog, masih ada umat kafir tapi yang mengaku diri Islam (kaum munafik dan fasik) dan masih ada mereka sisa-sisa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog yang tidak berperang karena tinggal diwilayahnya saja dan akan beriman pula kelak kepada nabi Isa as, yaitu kebanyakan anak-anak dan istri-istri mereka dan sedikit pria yang tidak berperang yang kelak akan diIslamkan kembali oleh nabi Isa as, jadi tujuannya di akhir jaman adalah penghancuran umat Islam kelak bukan penghancuran keseluruhan kota-kota dan peradaban dunia tapi akan fokus pada umat Islam, peradaban dan kota-kotanya dan ini sesuai dengan tujuan sebenarnya New World Order dan Depopulation Program, dimana ini bukan pengurangan manusia di bumi menjadi hingga 500.000.000 jiwa saja, melainkan punya tabir lain yang bertujuan sebenarnya adalah penghapusan Islam dari muka bumi dengan salah satu caranya membiarkan perang atau membuat perang.

Perlu diingat Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog adalah bangsa-bangsa dengan kekerasan, jadi pada masa sebelum dan saat perang Dajjal akan terjadi peperangan-peperangan yang saling menghancurkan antara bangsa-bangsa itu juga atau ini akan termaksud rangkaian perang dunia ketiga, Namun perlu diingatkan kembali dan yang dimaksud Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog sendiri seperti di gambaran hadis-hadis lain adalah yang dipercaya berhubungan dengan turunan dari bangsa utara pada kisah Dzulqarnayn. Masalahnya bangsa yang diidentifikasi ini sub-turunannya benar-benar telah menguasai tempat-tempat seluruh dunia jaman sekarang ini, di tiap negara bakan ditiap suku ada yang merupakan turunan campurannya.

Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog adalah penyebutan global nama kumpulan besar dari bangsa-bangsa dunia, maka ketika nabi Muhammad SAW menyebut bangsa Rum dengan 80 bendera, bisa jadi ini adalah penyebutan Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog dahulu, kemudian setelah tabir terbuka pada nabi, maka nabi memberi spesifikasi baru berupa kabar nama suku atau nama bangsa, bisa jadi pula mengingat ada beberapa gelombang serangan yang akan datang, serangan dari bangsa-bangsa terakhirlah yang dimaksud Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog pada hadis, Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog adalah serangan gelombang terakhir dari seluruh dunia selain Islam, siapapun dari bangsa apapun yang ikut pada serangan terakhir itu.

Dalam alkitab dijelaskan bahwa Yerusalem berada ditengah-tengah dari banyak bangsa-bangsa yang akan menyerangnya dari segala penjuru bukan hanya dari utara, Anda tahu, yang akan menyerang itu adalah Gog Magog dan Anda tahu, bahwa yang diartikan bahwa Yerusalem (baca:Israel) berada ditengah dan siapa bangsa-bangsa yang akan menyerang dari segala penjuru? dan kenyataan terlihat adalah negara-negara di segala penjuru Israel notabene adalah dikelilingi negeri-negeri Islam. Anda tahu telah sejak lama Islam lah yang mereka angap Gog Magog. Maka ketika jihadis dan Hamas dan yang lain bergejolak, mereka tekun memberangusnya. Bahkan Amerika telah membangun banyak pangkalan disegala penjuru dunia yang strategis dan mengelilingi negeri-negeri Islam, apakah sebuah persiapan peperangan?. Klo tidak dunia tidak seramai hari ini hingga puncaknya kelak. Sungguh makar Allah SWT yang hebat! dan negeri apakah yang kelak telah runtuh kemudian dihuni kembali, besar kemungkinan yang termakna adalah negeri-negeri Syam dalam mulai kehancuran kota-kotanya saat ini.

Dikatakan pula bahwa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog adalah pengikut Dajjal dan Ideologi Dajjal juga “Dan ia akan keluar untuk menyesatkan bangsa-bangsa yang tersebar di keempat penjuru bumi, seperti Gog Magog. Mereka akan dikumpulkan oleh Iblis untuk berperang. Jumlah mereka seperti pasir ditepi laut.” (Wahyu 20:8) dan mengingat femokusannya adalah turunan dan sub-sub turunan dari utara yaitu Turk atau Bangsa Alan atau Scnthya yang notabene telah bercampur baur dengan sub-turunan dari 10 suku Yahudi yang hilang. Apakah kalian tidak serasa mabuk melihat dan mendengar dan mengetahui hal ini bahwa Seluruh Dunia adalah lawan mu.

Mereka akan berkumpul dan berkumpul makin lebih banyak dan memperbanyak diri dalam serangan gelombang terakhir menghancurkan kota-kota Islam setelah kekalahan gelombang-gelombang awal tidak dapat melumpuhkan atau mengalahkan Islam bahkan meskipun telah di pimpin oleh Dajjal sendiri. Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog walaupun bisa diartikan seluruh bangsa di dunia kecuali Islam namun penamaannya difokuskan pada saat perang saja atau yang membuat kerusakan dan pembantaian dari dahulu hingga sekarang atau yaitu yang kelak akan menjadi lawan tanding terakhir umat Islam diakhir jaman saja.

“Bergembiralah, karena kalian berada di dalam dua umat, tidaklah umat tersebut berbaur dengan umat yang lain melainkan akan memperbanyaknya, yaitu Ya’juj dan Ma’juj” bisa diartikan juga umat Islam diantara (umat yang tidak mempunyai Tuhan), seperti Komunis dan Atheis dan (umat yang Mentuhankan selain Allah SWT), seperti Demokrasi, Liberalis dan Materialis.

Bila kita lihat sisi utara pada alkitab "Yehezkiel 38:2 "Hai anak manusia, tujukanlah mukamu kepada Gog di tanah Magog, yaitu raja agung negeri Mesekh dan Tubal dan bernubuatlah melawan dia" yang dapat kita bisa definisikan sebagai daerah di Rusia/Uni Soviet atau lebih sfesifik ke kaum komunis keseluruhan yang ada di dunia, disisi lain Yahudi dan bangsa barat adalah bagian besar 12 suku bani Israel, dan sisi yang lain lagi adalah umat Islam. Maka jauh hari bani israel telah menganggap gog magog adalah komunis dan islam, itu sebabnya perang dingin dan peperangan-peperangan kecil baik fisik dan rohani (faham dan politik) terang dan terselubung selalu terjadi antara barat dengan komunis (uni soviet, sekarang Rusia dan negara-negara penganut paham komunis sekarang) dan juga umat Islam, begitupun makar yang dibuat Allah SWT hingga kaum komunis merasa islam dan demokrasi/liberal adalah musuh alam mereka, dan begitu pun akhirnya kaum islam akhirnya kelak akan merasa pula bahwa komunis dan demokrasi/liberal adalah gog magog, unik dunia akan selalu terbentuk konflik-konflik dan pos-pos segitiga antar tiga sisi-sisinya yaitu kaum-kaum inilah yang dimaksud, masing-masing telah mengklaim diri yang benar dan lawan adalah gog magog, sebagaimana makna lain dari “Bergembiralah, karena kalian berada di dalam dua umat, tidaklah umat tersebut berbaur dengan umat yang lain melainkan akan memperbanyaknya, yaitu Ya’juj dan Ma’juj”. Tidaklah heran Amerika sebagai gerbang depan bani israel akan selalu memberangus pergerakan dari uni soviet dan sekarang rusia dan pendukung komunis lainnya dan juga umat islam, namun akan tetapi kelak komunis dan demokrasi liberal akan bersatu melawan islam setelah Dajjal mempersatukan mereka.


Apakah Mereka dari Yahudi Imperium Khazar..?

Menarik untuk dicatat bahwa melalui sejarawan Muslim, At-Thabari, berdasarkan minimal dua ekspedisi yang dilakukan oleh kaum Muslim awal untuk menemukan dan memeriksa dinding yang telah dibangun - seperti yang dijelaskan dalam Al Qur'an - oleh Dzulqarnayn (ada yang mengatakan, sebenarnya Alexander Agung, tetapi Dzulkarnayn sesungguhnya tidak menyembah dewa, berbeda dengan Alexander Agung) dalam rangka mencegah penyebaran Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog dari selatan melalui Kaukasus.

DM Dunlop (Douglas Morton Dunlop) mengacu pada temuan ini dalam bukunya, Historycal of Khazar Empire (Sejarah Yahudi Khazar) bahwa tembok tersebut adalah "benteng Kaukasus (yang berasal dari masa pra-Islam) yang dikenal sebagai Wall of Darband" / Darial George saat ini dan mengamati bahwa "Susunan berturut-turut material terang dan gelap (tembaga dan besi) adalah fitur yang paling menonjol dari kedua temuan tersebut, yang tentu saja mungkin dipengaruhi oleh ayat Al Qur'an di mana disebutkan besi dan tembaga cair".

Ibnu Katsir, dalam bukunya Al-Bidayah wal-Nihayah - (The Begining & The End) Awal dan Akhir, memberikan ringkasan umum - bagian yang telah dikutip - dari sejarah dan masa depan Gog dan Magog (yang biasanya disebut sebagai 'orang Hun' oleh sejarawan modern), dan pembangunan dinding oleh Dzulqarnain:

Gog dan Magog adalah dua kelompok Turki, keturunan dari Yafith (Yafet), bapak dari Turki, salah satu anak-anak Nuh. Pada saat Ibrahim AS, ada seorang raja yang disebut Dzulqarnain. Dia melakukan Tawaf mengelilingi Ka'bah dengan Ibrahim AS, ketika ia pertama kali membangun itu; ia beriman dan mengikutinya.

Dzulqarnayn seorang pria yang baik dan seorang raja yang besar; Allah memberinya kekuatan besar dan ia memerintah timur dan barat. Dia memegang kekuasaan atas segala raja dan negara, dan bepergian jauh dan luas baik di timur dan barat. Ia melakukan perjalanan ke arah timur sampai ia mencapai melewati antara dua gunung, di mana orang-orang keluar. Mereka tidak mengerti apa-apa, karena mereka begitu terisolasi; mereka adalah Gog dan Magog. Mereka menyebarkan korupsi di bumi, dan merugikan rakyat, sehingga orang-orang mencari bantuan kepada Dzulkarnayn. Mereka memintanya untuk membuat penghalang antara mereka dengan Gog dan Magog. Ia meminta mereka untuk membantunya untuk membangun, sehingga bersama-sama mereka membangun sebuah penghalang dengan mencampur tembaga, besi dan tar.

Dengan demikian Dzulqarnayn mengurung Gog dan Magog di belakang penghalang. Mereka mencoba untuk menembus penghalang, atau untuk memanjat, tetapi tidak berhasil. Mereka tidak bisa berhasil karena penghalang ini begitu besar dan licin. Mereka mulai menggali dan mereka telah menggali selama berabad-abad, mereka akan terus melakukannya sampai waktu ketika Allah memutuskan bahwa mereka harus keluar. Pada saat itu penghalang akan runtuh, dan Gog dan Magog akan bertebaran ke segala arah, menyebarkan korupsi, mencabut tanaman, membunuh orang. Ketika Isa AS berdoa terhadap mereka, Allah akan mengirimkan semacam cacing ke dalam kuduk dari leher mereka, dan mereka akan terbunuh olehnya.

Jelas penghalang ini sekarang telah lama dilanggar dan Gog dan Magog sekarang tersebar di mana-mana, melakukan apa yang telah ditetapkan yang harus mereka lakukan, sampai saatnya bagi mereka untuk menemui akhir mereka setelah nabi Isa AS kembali ke bumi ini.
Bahkan lebih menarik untuk diperhatikan secara sepintas bahwa salah satu kenabian dalam Yehezkiel, yang terdapat dalam bab tiga puluh delapan dan tiga puluh sembilan, dan ditujukan kepada Gog "pangeran dari Rosh" (Rusia), menyatakan bahwa masyarakat Gog, dari "tanah Magog", akan datang dari tempat mereka di ujung utara, "Kamu dan banyak bangsa dengan Kamu" menyerang "gunung-gunung Israel", menyebar keluar "seperti awan yang menutupi tanah". Akhirnya akan ada pertempuran besar di mana gerombolan Gog akan hancur, dan mayat mereka akan dimakan oleh burung bangkai atau dikubur dalam "Lembah Hamon Gog",
----------to be continued-----------




Siapa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog Apakah mereka dari golongan Jin, Malaikat, Manusia..?

Siapa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog
Apakah mereka dari golongan Jin, Malaikat, Manusia..?

Dalam Qs 18:94 (inna ya'juuja wama'juuja mufsiduuna fill'ardhi'
(Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog melakukan tidakan "Fasad") melakukan tindakan "Fasad" tidak hanya berdosa terapi juga melakukan tindakan kejahatan (kriminal). Lalu golongan Siapa yang dapat melakukan tindakan "fasad" ini..?

Siapa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog..?

Analisa pertama:
Analisa pertama tidak mungkin mereka dari golongan Malaikat, karena Malaikat tidak mempunyai keinginan, mereka diciptakan untuk patuh dan mereka tidak berdosa. Sehingga jelas bahwa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog bukanlah dari golongan Malaikat. Selain Malaikat, lalu golongan apa lagu tang diciptakan oleh Allah SWT?.

Analisa kedua:
Jawabanya kemungkinan dari golongan Jin & Manusia. Maka jelas kesimpulan dari analisa pertama adalah Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog itu pasti datang dari 3 (tiga) golongan tersebut, yaitu antara Malaikat, Jin & Manusia. Kalaulah seandainya dia tidak termasuk dari ketiga golongan tersebut, maka dia pasti makhluk dari golongan yang tidak akan pernah kita ketahui, karena Allah SWtlT tidak akan pernah memberitahukannya. Namun, Allah SWT menurunkan Al Qur'an yang dapat menjelaskan segalanya, jadi jawaban pastinya terdapat dalanAl Qur'an.

Mungkinkah mereka dari golongan Jin..?
Jawabanya iya, karena Jin dapat berbuat Dosa, dan bahkan amal ibadahnya akan diperhitungkan pula kelak, dan Jin dapat dimasukkan ke dalam neraka atau syurga. Karena ada Jin yang muslim dan juga ada pulanyang menjadi Syetan. Tapi, Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog tidak mungkin dari Golongan Jin, karena Jin adalah makhluk yang tidak tampak..! Maka, apabila Jin yang menyerang pada saat itu lalu melakukan tindakan "Fasad" dibdaerah Manusia, sehingga dibangunnya sebuah tembok nyata (tembok Dzulqarnayn Besi campur Tembaga) untuk menahan mereka (Jin). Tanggapanya adalah bagaimana mungkin Jin dapat ditahan dengan sebuah tembok yang nampak (kasar mata), sementara meraka itu adalah makhluk yang tak tampak.!?
Apakah Dzulqarnayn membuat tembok dari kertas yang bertulisakn arab atau lain sebagainya..!? ??
(Perlu diketahui & diingat bahwa Sebuah tembok dari besi tidak akan mampu melindungi seseorang pun dari Jin)

Analisa ketiga
Maka, berdasarkan kedua analisa dan alasan-alasan tersebut hanya satu makhluk ciptaan Allah SWT yang dapat melakukan tindakan "Fasad" makhluk yang dapat berbuat dosa dan kejahatan, dan dapat ditahan dengan benda yang nyata pula karena mereka pun makhluk yang Nyata..!? Sehingga akhir dari kesimpulannya adalah Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog adalah dari golongan Manusia.

Kesimpulan ini kami tarik berdasarkan informasi hanya dari Al Qur'an QS 18:94.
Sementara berdasarkan hadits, Rasullah SAW mengatakan bahwa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog adalah keturunan dari Adam AS. Mereka adalah salah satu dari keturunan lain dari Adam AS, sehingga nereka adalah Manusia biasa.

-Kutipan dari berbagai Hadits-
"Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Belum akan tiba kiamat sehingga kaum muslim memerangi kaum ‘Turk’ (Tatar), kaum yang wajahnya (licin dan lebar) seperti perisai. Mereka akan mengenakan pakaian (yang terbuat) dari bulu, dan mereka berjalan mengenakan (sepatu yang terbuat) dari bulu”. (HR. Muslim, Abu Dawud, dan an-Nasa’i)
Menurut penjelasan lain, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan tiba Kiamat hingga kalian memerangi kaum yang alas kakinya terbuat dari bulu. Dan kiamat tidak akan tiba sampai kalian memerangi kaum yang bermata kecil dan berhidung mancung” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)
Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala mewahyukan kepada Isa ‘alaihissalam: Sesungguhnya aku mengeluarkan hamba-hamba-Ku yang tidak ada kemampuan bagi seorang pun untuk memeranginya. Maka biarkanlah mereka hamba-hamba-Ku menuju Thuur. Lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala keluarkan Ya’juj dan Ma’juj dan mereka mengalir dari tiap-tiap tempat yang tinggi. Kemudian mereka melewati danau Thabariyah, dan meminum seluruh air yang ada padanya. Hingga ketika barisan paling belakang mereka sampai di danau tersebut mereka berkata: “Sungguh dahulu di sini masih ada airnya….” (HR. Muslim)

Masih ingatkah akan Hadis Qudsi ini :
dari abu said al kudri dari rosulullah beliau bersabda: 'allah berfirman! 'wahai adam! Lalu adam menjawab, 'aku sambut panggilanmu ya allah, dan dengan bahagia aku menerima perintahmu, segala kebaikan berada di tanganmu. Kemudian ia berfirman, 'keluarkanlah pasukan ahli neraka! Adam bertanya, 'apakah pasukan ahli neraka itu? Allah berfirman, dari 1000 orang ada 999 orang (yang masuk neraka). Maka ketika itu anak anak kecil rambutnya mendadak beruban, setiap yang hamil melahirkan kandunganya, dan kamu lihat manusia sama mabuk padahal mereka tidak mabuk, melainkan hanya adzab Allah itu pedih. Para sahabat bertanya, 'wahai rosulullah, bagaimana posisi kita kalau yang bukan pasukan neraka itu hanya satu orang di antara seribu orang? Beliau menjawab, bergembiralah karena di antara kamu hanya seorang (yang masuk neraka) sedangkan dari yajuj dan majuj seribu orang (yang masuk neraka). Shahih bukhari.

Masih tidak percaya..? satu lagi penguatnya, yaitu ada hadis dari Ibnu Abbas: “Bumi itu terbagi menjadi enam. Lima bagian dihuni oleh Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog, sedangkan yang satu dihuni oleh makhluk yang lain” (pen: dunia mengenal adanya 6 benua) dan Dari Imran bin Hushain r.a., Rasulullah saw. bersabda,’...dan demi jiwaku yang berada dalam genggaman-Nya bahwa kalian adalah kilauan dua makhluk yang selalu berkembang jumlahnya yaitu Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog yang berasal dari keturuan Adam, keturunan Iblis’ (HR Turmudzi).-

Marilah Kita lihat satu-satu akan hal-hal yang terkait dengan bangsa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog
Siapa Bangsa Yakjuj Dan Makjuj..?

Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan

Mereka berkata: "Hai Dzulqarnayn, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?"

Dzulqarnayn berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,

berilah aku potongan-potongan besi." Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnayn: "Tiuplah (api itu)." Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu."

Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.

DDzulqarnayn berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar."

Kami biarkan mereka di hari itu (Pada Perang Dajjal) bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya, (QS. Al-Kahfi: 93-99)

Apa sebenarnya tujuan didirikannya tembok Dzulqarnayn, hal yang pasti itu merupakan permintaan dari hanya satu kaum “kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan” untuk apa (agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka) mereka minta dibuatkan dinding pembatas wilayah mereka dengan Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog, siapakah mereka yaitu “sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi” berarti bisa dijelaskan bahwa :

Tujuan awal dinding ini agar mereka (hanya satu kaum) mendapatkan perlindungan dari serangan (diperangi) Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog.

Berarti hal kedua bisa diartikan pula adalah bahwa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog pernah melakukan kerusakan/peperangan sebelum-sebelumnya yang mengakibatkan kerusakan dan pembunuhan yang besar, karena itu kaum ini minta dibuatkan pembatas wilayah mereka yang terbuka dari serangan dan menunjukkan selalu ketidakmampuan melawan serangan tersebut. ini dapat diartikan pula ciri-ciri Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog adalah bangsa yang suka membuat kerusakan, kita harus meneliti sejarah siapakah bangsa yang suka membuat kerusakan dalam peperangan dan berhubungan dengan turunan dari utara ini. (di dalam sumber literatur yang penulis sertakan dibawah ada dijelaskan perjalanan asal-usul, suku bangsa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog dan turunannya)

Dari sini ada hal ketiga yang berarti cukup tembok diantara dua gunung itu saja, mereka telah dapat selamat, kenapa demikian, berdasarkan penelitian dan beberapa penjelasan diatas, jelaslah bahwa hanya sedikit ruang tembus di daerah mereka (kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan) yaitu disekitar pegunungan kaukakus dimanapun tembok itu sebenarnya berada, sementara bila Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog ingin menyerang kaum ini lagi maka ia harus berputar jauh dulu kearah timur atau barat, dan ini bisa memakan waktu lama dan termaksud bahwa kaum Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog ini akan berhadapan dahulu dengan bangsa-bangsa lain yang ada di timur dan barat, seperti berputar ke timur, akan bertemu bangsa China dan ternyata bangsa China membuat tembok pula disana (Puncak gunung yang dikatakan sebagai tempat Yakjuj Makjuj akan turun di akhir jaman nanti adalah di pergunungan Caucasus dan juga banjaran-banjaran tinggi di sekitar Mongolia, Kazakhstan dan juga Russia Selatan contohnya seperti banjaran Himalaya, Tien Shan, Elbruz, dan lain-lain.

Banjaran-banjaran yang tinggi itu merupakan tembok alam ciptaan Allah swt sebagai penghalang daripada ancaman dashyat Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog dan selebihnya pula adalah tembok-tembok ciptaan manusia sendiri iaitu Tembok Besi Iskandar Dzulqarnayn di Fergana, Tembok Besar China, Gerbang Besi Tiemen Kuan, Tembok Derbend di Gunung Caucasus, Tembok Gorgan di Iran Utara dan Tembok Kota Zeng Zhou).Ternyata dari penutupan celah antara dua gunung ini pula telah menyelamatkan wilayah Khurasan, Persia dan Timur Tengah dari serangan langsung Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog, bila pun mereka mau menyerang Khurasan, Persia dan Timur Tengah maka mereka harus berputar jauh dahulu atau hanya bila dinding tembok telah runtuh.

"Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (Hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata); "Aduhai celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zhalim." (QS. Al-Anbiya 21:96)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah dalam keadaan jarinya terbalut karena tersengat kalajengking. Beliau bersabda: “Kalian mengatakan tidak ada musuh. Padahal sesungguhnya kalian akan terus memerangi musuh sampai datangnya Ya’juj dan Ma’juj, lebar mukanya, kecil matanya, dan menyala (terang) rambutnya. Mereka mengalir dari tempat-tempat yang tinggi, seakan-akan wajah-wajah mereka seperti perisai”.

Dalam nash ini “mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi”, bila dikaitkan di jaman pertengahan bisa diartikan dari gunung-gunung yang memang bisa seperti itu karena halangan mereka adalah pegunungan kaukakus, bila dikaitkan jaman sekarang, bangsa turunan Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog haruslah pula sebagai suku yang tidak lagi liar dan mengikuti perkembangan teknologi sekarang atau bagian peradaban maju sekarang, berarti bisa turun cepat dari tempat tinggi dapat diartikan dua hal, arti pertama adalah mereka sebagai penguasa/pemimpin (tempat tinggi adalah para penguasa atau para pemimpin sebagai makna kiasan), artinya mereka penguasa atau pemimpin di beberapa bagian/bangsa dunia, baik terlihat atau terselubung.


 Arti kedua adalah turun dari langit sebagai tempat yang tinggi atau dikatakan pesawat-pesawat dengan parasut, wajah seperti perisai layaknya tentara yang mencoret-coret wajah atau memakai helm perang, mata yang kecil layaknya keadaan orang yang lagi mabuk dan narkotika. Siapakah diantara ras-ras atau bangsa-bangsa sekarang yang dapat membawa banyak pasukan di atas langit atau banyak memimpin di dunia yang banyak membuat perang dan meninggalkan kerusakan perang yang parah termaksud pembantaian dan pembunuhan? anda harus lihat perang dunia kesatu dan kedua dan perang-perang yang terjadi dari jaman khalifah hingga jaman sekarang dan tentu saja berhubungan dan merupakan masih anak turunan dari bangsa di utara ini. Anda bisa lihat sejarah Salahuddin Al Ayyubi dan Quthbuddin Al Yunaini, siapa yang membantai banyak manusia dan menghancurkan kota-kota pada jaman itu. Jangan katakan mereka bangsa Allien dengan UFO-nya soalnya mereka pernah membuat beberapa kali kerusakan-kerusakan dahulu kala dan pernah terkurung wilayahnya.