Powered By Blogger

Rabu, 18 Januari 2017

Hubungan Yahudi Khazar dengan Yakjuj & Makjuj

Hubungan Yahudi Khazar dengan Yakjuj & Makjuj


  1. Asal Usul Yahudi Khazar

Yahudi khazar disebut sebagai bangsa, kabilah, negara atau kerajaan (imperium). Terutama tampak antara abad ke-7 dan ke-10. Hal tesebut merujuk kepada sebuah negara paganisme yang salah satu rajanya bernama Bulan yang kemudian memeluk agama islam, tetapi dalam beberapa riwayat disampaikan bahwa ia murtad dan memeluk agama Yahudi. Sudah menjadi suatu hal yang wajib pada abad ke-7 atau pertengahan sebelum era modern, bahwa secara otomatis rakyat dalam suatu negara tersebut akan mengikuti keyakinan atau agama sang Raja, walaupun hampir semua tidak mengikuti agama sang raja. Dalam hal ini kerajaan Khazar secara otomatis, ketika rajanya murtad atau berpindah agama dari agama Islam ke agama Yahudi maka, secara otomatis rakyat, kabilah dan negaranya pun berpindah agama atau memeluk agama Yahudi.

Akhirnya beberapa sumber menyatakan bahwa kabilah ini adalah kabilah ke-13. Mereka tidak termasuk ras Semit yang silsilahnya sampai pada Bani Israel dari keturunan Nabi Ibrabhim AS. Setelah dua kerajaan Bani Israel di tanah Palestina dihancurkan oleh Bangsa Asyur dan Babilonia dan mereka (rakyat Bani Israel) melarikan diri menyebar ke seluruh dunia. Setelah itu, mereka menyatakan kehilangan 10 kabilah lainnya. Kaum Yahudi Bani Israel tidak pernah mendapatkan kesempatan kembali ke tanah Palestina. Khususnya setelah penaklukan Islam atas tanah Palestina., kecuali pada abad ke-20 melalui perantara organisasi Zionis yang mencakup kaum Yahudi Semit dan non-Semit (Yahudi Khazar) atau mayoritas Yahudi yang tersisa saat ini.

Yahudi Khazar merujuk pada jumlah besar kaum Yahudi sekarang. Mereka adalah para pemerintah Zionis yang dapat kita sebut sebagau Israel. Mereka yang merencanakan setiap peperangan internasional dan nasional yang bahkan dapat disaksikan oleh kita bahkan oleh seluruh dunima, tentunya karena mayoritas media sosial itu adalah milik mereka kaum Yahudi / Israel. Tak mudah memang, menentukan munculnya Kerajaan Khazar sebagai sebuah bangsa dan negara dala panggung kehidupan di masa lalu. Banyak pendapat terkait pertumbuhan mereka di Asia Timur, ketika kabilah-kabilah Turki yang terdidr atas kabilah Tatar (Mongol) serta kabilah-kabilah lainnya yang berada di sekitar perbatasan Tiongkok kuno.

Menurut sebuah pendapat, “khazar” berasal dari kata berbahasa Turki, Quz, yang berarti berkelana atau memulai. Nampaknya, nama tersebut menunjukan perbuatan mereka yang sering berpergian dan berpindah tempat. Ada derivasi lain untuk kata koza dalam bahasa Rusia yang berarti buntut babi. Sejawaran Theovac (w. 818) menyebutkan bahwa mereka adalah orang-orang Turki yang datang dari timur dan disebut Khazar. Sebagian sejarawan menyatakan Khazar sampai ke Eropa Timur pada masa pemerintahan Byzantium Maurice Imperial setelah terrjadi konflik antara mereka dengan bangsa Turki Barat (dalam D.M Dunlop (Douglas Morton Dunlop). Sejarawan Yahudi Khazar, yang diterjemahkan oleh Suhail Zakar).

Pakar geografi Arab menyebutkan bahwa Khazar terdiri atas dua kelompok. Pertama, Kara-Khazar (Bangsa Khazar berkulit hitam). Kedua, Khazar kulit putih. Selanjutnya, Khazar muncul di Eropa Timur pada abad ke-16. Mereka datang dari tanah kelahiran mereka. Hal itu terjadi pada bangsa Turki Utsmani dan bangsa Turki Saljuk. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Khazar kulit hitam seperti orang India, buka Afrika. Ibn Sa’id Al Maghribi menyatakan “Sedangkan Khazar, mereka adalah orang-orang yang tinggal di bagian kiri wilayah yang dihuni, ke arah daerah ketujuh. Mereka membuat menara beruang di atas kepala mereka. Tanah mereka dingin dan basah. Oleh karena itu, kulit mereka putih, bermata biru, berambut merah terurai, bertubuh besar, berwatak dingin dan berpandangan buas.

Khazar menjadi kelompok bersamaan dengan umat-umat Timur Besar lainnya, mereka sama seperti bangsa Tiongkok dan Turki yang datang berkelompok ke pintu-pintu masuk Kekaisaran Persia. Dalam bukunya, Al-Thabari Tarikh Al-Thabari, mengatakan, “Di antara putra Mu’ij, Yakjuj dan Makjuj. Mereka berada di timur tanah Turki dan Khazar”. Pendapat lain menyatakan bahwa turki berasal dari keturunan Nabi Ibrahim AS. dari istrinya, Qathura/Qanthura, yang ayahnya termasuk orang Arab ‘Aribah. Ibn Ishaq dan Jahizh termasuk orang yang berpendapat demikian.


  1. Yahudi Khazar dengan Yakjuj dan Makjuj

Yahudi Khazar berasal dari keturunan Yafet ibn Nuh AS. sedangkan Yahudi Israel berasal dari keturunan putra-putri Ya’qub AS. yang nasab keturunannya sampai kepada Sam bin Nuh AS. Demikia pula dengan bangsa Turki tatkala bangsa Khazar dinisbahkan kepada mereka pun dari Yafet. Dari Turki muncullah Yakjuj dan Makjuj. Mereka terdiri atas beragam kabilah. Mereka keluar dari lubang besar yang menjadi jalan menuju dunia bawah tanah untuk menyerang rekan-rekan mereka, orang-orang yang mengadu kepada raja sekaligus salah seorang Nabiullah, Nabi Dzulkarnayn.

Kemudai beliau (Dzulkarnayn) mengurung mereka hingga mendekati akhir zaman. Allah menyebutkannya dalam Al Quran Quran Surat Al Kahfi ayat 93 – 99
Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan
Mereka berkata: "Hai DDzulqarnayn, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?"
Dzulqarnayn berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,
berilah aku potongan-potongan besi." Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah DDzulqarnayn: "Tiuplah (api itu)." Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu."
Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.
Dzulqarnayn berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar."
Kami biarkan mereka di hari itu (Pada Perang Dajjal) bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya, (QS. Al-Kahfi: 93-99)

Ada beberapa hadits shahih yang menjelaskan tentang Yakjuj & Makjuj bahwa mereka berwajah lebar seperti perisai yang terpukul (buruk suatu benda yang sering dipukul hingga terdapat sekali bekasnya), bermata sipit, berambut pirang dan mereka dapat turun dengan cepat dari tempat yang tinggi. Ada beberapa pendapat bahwa Yahudi adalah Yakjun & Makjuj. Pernyataan ini tidak bisa dibenarkan secara umum, sebab Yahudi berasal dari 12 kabilah Bani Israel. Sedangkan, kabilah ke-13 hanyalah Yahudi Khazar yang nasab keturunannya sampai pada Yakjuj & Makjuj.

Heolia Georgia menyebutkan bahwa ada satu kesastraan kuno yang mengungkapkan bangsa Khazar adalah Yakjun & Makjuj. Mereka adalah kaum laki-laki buas yang memiliki penampilan yang buruk dan haus darah. Seorang penulis Armenia juga menjelaskan bahwa Bangsa Khazar adalah orang-orang yang berwajah buruk, lebar dan tidak atau hampir tidak memiliki bulu mata, serta berambut panjang seperti wanita. Seorang ahli geografi Arab Persepolis menyebutkan bahwa bangsa Khazar tidak mirip dengan orang Turki karena rambut mereka hitam. Mereka terbagi dua. Pertama, Kara-Khazar, yaitu bangsa Khazar kulit hitam. Mereka mirip orang India. Kedua, Khazar kulit putih. Mereka berpenampilan tampan dan menarik perhatian.

Seperti banyak diketahui bahwa anggota kasta yang memiliki paras menarik dan berkulit putih adala kasta penguasa. Adapun anggota kasta yang lainnya berkulit hitam. Hal ini dijadika pembenaran atas keyakinan bahwa orang Bulgaria Putih lebih putih daripada orang Bulgaria kulit hitam. Atau orang Tatar putih terkenal dengan nama Ephtaltes yang memerangi India dan Persia pada abad ke-5 dan ke-6 adalah orang-prang yang lebih pirang daripada kabilah-kabilah Tartat yang lain yang pernah menyerang Eropa (Kabilah ke-13).

Dalam bukunya Koestler, Kabilah Ketiga Belas. Dia menambahkan, “kenyataanya, bangsa Khazar adalah bangsa yang berkulit hitam yang bergantung pada hipotesis ahli geografi Arab Perpolis. Keadaan mereka diterangkan dalam beberapa tulisan rekan-rekannya bukan atas dasar sandaran ilmiah yang otentik, tetapi mendasar pada cerita-cerita legenda dan dongeng. Dan saya pun tidak lebih banyak mengetahui dan meneliti tentang keadaan jasmani bangsa Khazar atau asal usul mereka”. Namun, beberapa pendapat menyatakan bahwa kenyataanya, kabilah-kabilah Turki dan kaum-kaum yang berasal dari mereka, Tartat, Mongol atau di barat mereka lebih dikenal dengan nama Huns, adalah kabilah yang jumlahnya sangat banyak. Yakjuj & Makjuj salah satu dar mereka. Mereka semua berasal dari keturunan Yafet bin Nuh AS. mereka terus menerus berketurunan dalam jumlah yang besar, hingga menjadi jumlah yang terbesar dari keturunan Nabi Adam AS. pada hari kiamat kelak.

Heolia Brisk menegaskan bahwa bangsa Khazar muncul di Eropa sekitar pada abad pertengahan ke-5 sebagai rakyat di bawah kepemimpinan pemerintah Tatar. Mereka, bangsa Hungaria, serta kabilah-kabilah lainnya dianggap berasal dari keturunan kabilah Atila yang merupakan pemimpin Tatar. Setelah Atila meninggal dunia, ImperiumTatar hancur dan gelombang kabilah-kabilah yang berpindah tempat pun mulai bermunculan., dari timur Asia ke timur Eropa. Kabilah yang paling terkenal diantara mereka adalah kabilah Ujour dan Afar. Kabilah Khazar termasuk dalam golongan mereka.

Sebelum berdirinya ImperiumKhazar, mereka ikut ImperiumTurki Barat (Kerajaan Turkut), Kaffan atau Sajat. Mereka menjadi kesatuan konfederal yang mengumpulkan banyak kabilah di bawah seorang pemimpin yang dijuluki Khakan; dalam bahasa Turki berarti Tatar dan dalam bahasa Mongol berarti raja. Pemerintahan pertama Turki ini hidup selama satu abad, dari tahun 550-650. Kemudian, terpecah belah tanpa tersisa sedikitpun.

Setelah bangsa Khazar terkalahkan dan Imperiummereka berakhir pada 965 hingga abad ke-13, mereka terus menjaga kemerdekaan dalam batas-batas wilayah yang lebih sempit dari sebelumnya. Selain itu, mereka juga menjaga agama mereka, Yahudi. Bahkan, mereka kembali membiasakan perampasan dan perampokan tehadap orang lain, sebagaimana yang mereka lakukan ketika masih memiliki imperium. Dengan kata lain, mereka kembali melakukan kerusakan di muka bumi. Hal itu  merupakan sifat-sifat paling penting umat Yahudi.

Lebih jauh kita kuak, salah seorang sejarawan Baron, menyatakan, “Secara umum, kerajaan kecil Khazar terus ada dan hampir berhasil menghalau seluruh musuh mereka hingga ke pertengahan abad ke-13 ketika mereka menjadi mangsa bangsa Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan, Khakan Agung Mongol, sebagai raja dunia saat itu. Perlu diingat bahwa saat itu mereka melakukan pertempuran yang sengit hingga akhirnya meminta seluruh wilayah tetangga untuk menyerahkan diri dan ikut bergabung. Mereka sebelumnya telah membuat pusat Imperiumdi negeri Khazar, tetapi mereka telah mengirim sebelum dna setelah penyerangan Mongol sebagian besar keturunan mereka menyebar ke negeri-negeri Slavic yang belum ditaklukan oleh Mongol. Dengan demikian, pada akhirnya keturunan mereka ini membantu mendirikan markas-markas Yahudi besar di Eropa timur.

Ada kemiripan antara Yakjuj & Makjuj dengan Yahudi ini memiliki kesamaan sifat merusak di bumi ini dan menyerang tetangga. Perusakan yang dilakukan oleh Yakjuj & Makjuj, kaum Yahudi Bani Israel, dan Yahudi bangsa Khazar keturunan Turki telah dijelaskan dalam Al Quran dan sejarah manusia.

Jauh sebelum Imperium Khazar Yahudi Khazar hancur, beberapa kabilah telah berkumpul. Mereka dikenal dengan kabilah Al-Kabar hingga kabilah Magyar, dan mereka pindah ke Hungaria Taksony mengajak sejumlah pendatang Khazar lain untuk menetap di wilayah kekuasaanya. Tentara Yahudi Khazar muncul dalam peperangan Hungaria pada 1154. Sementara ini mewujudnya tersebarnya bangsa Tatar yang memeluk agama Yahudi di Eropa Timur, bahkan setelah Imperiummereka hancur pada abad ke-10.

Sebelum mengakhiri bagian tentang hubungan Yahudi Khazar dengan Yakjuj & Makjuj, Saya akan menyampaikan kembali tulisan para pengembara Arab yang hidup pada masa Khalifah Abbasiyah, salah satunya adalah Ibn Fadhlan, yang telah mendatangi negeri Khazar pada masa pemerintahan Khalifah Al-Muqtadur Billah Al-Abbasi. Dia menjelaskan bahwa bangsa dan kerajaan Khazar semuanya Yahudi. Bangsa Bulgaria serta negara tetangga tunduk dan taat kepada mereka. Dan sebagian ada yang menyatakan bahwa Yakjuj dan Makjuj adalah bangsa Khazar.


Barangkali kita tidak boleh lupa, bahwa Al-Masih Ad-Dajjal ketika keluar akan diikuti oleh Yahudi. Khususnya Yahudi Khazar di seluruh dunia, dari timur hingga barat. Kita juga tentu tidak boleh lupa bahwa Khazar termasuk kabilah Yakjuj dan Makjuj yang telah dipenjarakan oleh Dzulkarnayn. Bab ini Saya ambil dari buku terbitan Dar Al-Kitab Al-Arabi, Damaskus, Mesir yang ditulis oleh Manshur Abdul Hakim, dalam salah satu bukunya yang menjelaskan antara Yahudi Khazar dengan Yakjuj dan Makjuj dalam bukunya yang berjudul Ya’juj & Ma’juj dari awal hingga akhir. 

Tidak ada komentar: