Hubungan
Yahudi Khazar dengan Yakjuj & Makjuj
- Asal Usul Yahudi Khazar
Yahudi khazar disebut sebagai bangsa, kabilah, negara
atau kerajaan (imperium). Terutama tampak antara abad ke-7 dan ke-10. Hal
tesebut merujuk kepada sebuah negara paganisme yang salah satu rajanya bernama
Bulan yang kemudian memeluk agama islam, tetapi dalam beberapa riwayat
disampaikan bahwa ia murtad dan memeluk agama Yahudi. Sudah menjadi suatu hal
yang wajib pada abad ke-7 atau pertengahan sebelum era modern, bahwa secara
otomatis rakyat dalam suatu negara tersebut akan mengikuti keyakinan atau agama
sang Raja, walaupun hampir semua tidak mengikuti agama sang raja. Dalam hal ini
kerajaan Khazar secara otomatis, ketika rajanya murtad atau berpindah agama
dari agama Islam ke agama Yahudi maka, secara otomatis rakyat, kabilah dan
negaranya pun berpindah agama atau memeluk agama Yahudi.
Akhirnya beberapa sumber menyatakan bahwa kabilah ini
adalah kabilah ke-13. Mereka tidak termasuk ras Semit yang silsilahnya sampai
pada Bani Israel dari keturunan Nabi Ibrabhim AS. Setelah dua kerajaan Bani
Israel di tanah Palestina dihancurkan oleh Bangsa Asyur dan Babilonia dan
mereka (rakyat Bani Israel) melarikan diri menyebar ke seluruh dunia. Setelah
itu, mereka menyatakan kehilangan 10 kabilah lainnya. Kaum Yahudi Bani Israel
tidak pernah mendapatkan kesempatan kembali ke tanah Palestina. Khususnya
setelah penaklukan Islam atas tanah Palestina., kecuali pada abad ke-20 melalui
perantara organisasi Zionis yang mencakup kaum Yahudi Semit dan non-Semit
(Yahudi Khazar) atau mayoritas Yahudi yang tersisa saat ini.
Yahudi Khazar merujuk pada jumlah besar kaum Yahudi
sekarang. Mereka adalah para pemerintah Zionis yang dapat kita sebut sebagau
Israel. Mereka yang merencanakan setiap peperangan internasional dan nasional
yang bahkan dapat disaksikan oleh kita bahkan oleh seluruh dunima, tentunya
karena mayoritas media sosial itu adalah milik mereka kaum Yahudi / Israel. Tak
mudah memang, menentukan munculnya Kerajaan Khazar sebagai sebuah bangsa dan
negara dala panggung kehidupan di masa lalu. Banyak pendapat terkait
pertumbuhan mereka di Asia Timur, ketika kabilah-kabilah Turki yang terdidr
atas kabilah Tatar (Mongol) serta kabilah-kabilah lainnya yang berada di
sekitar perbatasan Tiongkok kuno.
Menurut sebuah pendapat, “khazar” berasal dari kata berbahasa Turki, Quz, yang berarti
berkelana atau memulai. Nampaknya, nama tersebut menunjukan perbuatan mereka
yang sering berpergian dan berpindah tempat. Ada derivasi lain untuk kata koza dalam bahasa Rusia yang berarti
buntut babi. Sejawaran Theovac (w. 818) menyebutkan bahwa mereka adalah
orang-orang Turki yang datang dari timur dan disebut Khazar. Sebagian sejarawan
menyatakan Khazar sampai ke Eropa Timur pada masa pemerintahan Byzantium
Maurice Imperial setelah terrjadi konflik antara mereka dengan bangsa Turki
Barat (dalam D.M Dunlop (Douglas Morton Dunlop). Sejarawan Yahudi Khazar, yang
diterjemahkan oleh Suhail Zakar).
Pakar geografi Arab menyebutkan bahwa Khazar terdiri
atas dua kelompok. Pertama, Kara-Khazar (Bangsa Khazar berkulit hitam). Kedua,
Khazar kulit putih. Selanjutnya, Khazar muncul di Eropa Timur pada abad ke-16.
Mereka datang dari tanah kelahiran mereka. Hal itu terjadi pada bangsa Turki
Utsmani dan bangsa Turki Saljuk. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Khazar
kulit hitam seperti orang India, buka Afrika. Ibn Sa’id Al Maghribi menyatakan
“Sedangkan Khazar, mereka adalah orang-orang yang tinggal di bagian kiri
wilayah yang dihuni, ke arah daerah ketujuh. Mereka membuat menara beruang di
atas kepala mereka. Tanah mereka dingin dan basah. Oleh karena itu, kulit
mereka putih, bermata biru, berambut merah terurai, bertubuh besar, berwatak
dingin dan berpandangan buas.
Khazar menjadi kelompok bersamaan dengan umat-umat
Timur Besar lainnya, mereka sama seperti bangsa Tiongkok dan Turki yang datang
berkelompok ke pintu-pintu masuk Kekaisaran Persia. Dalam bukunya, Al-Thabari
Tarikh Al-Thabari, mengatakan, “Di antara putra Mu’ij, Yakjuj dan Makjuj. Mereka
berada di timur tanah Turki dan Khazar”. Pendapat lain menyatakan bahwa turki
berasal dari keturunan Nabi Ibrahim AS. dari istrinya, Qathura/Qanthura, yang
ayahnya termasuk orang Arab ‘Aribah. Ibn Ishaq dan Jahizh termasuk orang yang
berpendapat demikian.
- Yahudi Khazar dengan Yakjuj dan Makjuj
Yahudi Khazar berasal dari keturunan Yafet ibn Nuh AS.
sedangkan Yahudi Israel berasal dari keturunan putra-putri Ya’qub AS. yang
nasab keturunannya sampai kepada Sam bin Nuh AS. Demikia pula dengan bangsa Turki
tatkala bangsa Khazar dinisbahkan kepada mereka pun dari Yafet. Dari Turki
muncullah Yakjuj dan Makjuj. Mereka terdiri atas beragam kabilah. Mereka keluar
dari lubang besar yang menjadi jalan menuju dunia bawah tanah untuk menyerang
rekan-rekan mereka, orang-orang yang mengadu kepada raja sekaligus salah
seorang Nabiullah, Nabi Dzulkarnayn.
Kemudai
beliau (Dzulkarnayn) mengurung mereka hingga mendekati akhir zaman. Allah
menyebutkannya dalam Al Quran Quran Surat Al Kahfi ayat 93 – 99
Hingga apabila dia
telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit
itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan
Mereka berkata:
"Hai DDzulqarnayn, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang
membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu
pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?"
Dzulqarnayn
berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya
adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat),
agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,
berilah aku
potongan-potongan besi." Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan
kedua (puncak) gunung itu, berkatalah DDzulqarnayn: "Tiuplah (api
itu)." Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun
berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas
besi panas itu."
Maka mereka tidak
bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.
Dzulqarnayn
berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah
datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku
itu adalah benar."
Kami biarkan mereka
di hari itu (Pada Perang Dajjal) bercampur aduk antara satu dengan yang lain,
kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya, (QS. Al-Kahfi: 93-99)
Ada beberapa hadits shahih yang menjelaskan tentang
Yakjuj & Makjuj bahwa mereka berwajah lebar seperti perisai yang terpukul
(buruk suatu benda yang sering dipukul hingga terdapat sekali bekasnya),
bermata sipit, berambut pirang dan mereka dapat turun dengan cepat dari tempat
yang tinggi. Ada beberapa pendapat bahwa Yahudi adalah Yakjun & Makjuj.
Pernyataan ini tidak bisa dibenarkan secara umum, sebab Yahudi berasal dari 12 kabilah
Bani Israel. Sedangkan, kabilah ke-13 hanyalah Yahudi Khazar yang nasab
keturunannya sampai pada Yakjuj & Makjuj.
Heolia Georgia menyebutkan bahwa ada satu kesastraan
kuno yang mengungkapkan bangsa Khazar adalah Yakjun & Makjuj. Mereka adalah
kaum laki-laki buas yang memiliki penampilan yang buruk dan haus darah. Seorang
penulis Armenia juga menjelaskan bahwa Bangsa Khazar adalah orang-orang yang
berwajah buruk, lebar dan tidak atau hampir tidak memiliki bulu mata, serta
berambut panjang seperti wanita. Seorang ahli geografi Arab Persepolis
menyebutkan bahwa bangsa Khazar tidak mirip dengan orang Turki karena rambut
mereka hitam. Mereka terbagi dua. Pertama, Kara-Khazar, yaitu bangsa Khazar
kulit hitam. Mereka mirip orang India. Kedua, Khazar kulit putih. Mereka berpenampilan
tampan dan menarik perhatian.
Seperti banyak diketahui bahwa anggota kasta yang
memiliki paras menarik dan berkulit putih adala kasta penguasa. Adapun anggota
kasta yang lainnya berkulit hitam. Hal ini dijadika pembenaran atas keyakinan
bahwa orang Bulgaria Putih lebih putih daripada orang Bulgaria kulit hitam.
Atau orang Tatar putih terkenal dengan nama Ephtaltes yang memerangi India dan
Persia pada abad ke-5 dan ke-6 adalah orang-prang yang lebih pirang daripada kabilah-kabilah
Tartat yang lain yang pernah menyerang Eropa (Kabilah ke-13).
Dalam bukunya Koestler, Kabilah Ketiga Belas. Dia
menambahkan, “kenyataanya, bangsa Khazar adalah bangsa yang berkulit hitam yang
bergantung pada hipotesis ahli geografi Arab Perpolis. Keadaan mereka
diterangkan dalam beberapa tulisan rekan-rekannya bukan atas dasar sandaran
ilmiah yang otentik, tetapi mendasar pada cerita-cerita legenda dan dongeng.
Dan saya pun tidak lebih banyak mengetahui dan meneliti tentang keadaan jasmani
bangsa Khazar atau asal usul mereka”. Namun, beberapa pendapat menyatakan bahwa
kenyataanya, kabilah-kabilah Turki dan kaum-kaum yang berasal dari mereka,
Tartat, Mongol atau di barat mereka lebih dikenal dengan nama Huns, adalah kabilah
yang jumlahnya sangat banyak. Yakjuj & Makjuj salah satu dar mereka. Mereka
semua berasal dari keturunan Yafet bin Nuh AS. mereka terus menerus
berketurunan dalam jumlah yang besar, hingga menjadi jumlah yang terbesar dari
keturunan Nabi Adam AS. pada hari kiamat kelak.
Heolia Brisk menegaskan bahwa bangsa Khazar muncul di
Eropa sekitar pada abad pertengahan ke-5 sebagai rakyat di bawah kepemimpinan
pemerintah Tatar. Mereka, bangsa Hungaria, serta kabilah-kabilah lainnya
dianggap berasal dari keturunan kabilah Atila yang merupakan pemimpin Tatar.
Setelah Atila meninggal dunia, ImperiumTatar hancur dan gelombang kabilah-kabilah
yang berpindah tempat pun mulai bermunculan., dari timur Asia ke timur Eropa. Kabilah
yang paling terkenal diantara mereka adalah kabilah Ujour dan Afar. Kabilah
Khazar termasuk dalam golongan mereka.
Sebelum berdirinya ImperiumKhazar, mereka ikut ImperiumTurki
Barat (Kerajaan Turkut), Kaffan atau Sajat. Mereka menjadi kesatuan konfederal
yang mengumpulkan banyak kabilah di bawah seorang pemimpin yang dijuluki
Khakan; dalam bahasa Turki berarti Tatar dan dalam bahasa Mongol berarti raja.
Pemerintahan pertama Turki ini hidup selama satu abad, dari tahun 550-650.
Kemudian, terpecah belah tanpa tersisa sedikitpun.
Setelah bangsa Khazar terkalahkan dan Imperiummereka
berakhir pada 965 hingga abad ke-13, mereka terus menjaga kemerdekaan dalam
batas-batas wilayah yang lebih sempit dari sebelumnya. Selain itu, mereka juga
menjaga agama mereka, Yahudi. Bahkan, mereka kembali membiasakan perampasan dan
perampokan tehadap orang lain, sebagaimana yang mereka lakukan ketika masih
memiliki imperium. Dengan kata lain, mereka kembali melakukan kerusakan di muka
bumi. Hal itu merupakan sifat-sifat
paling penting umat Yahudi.
Lebih jauh kita kuak, salah seorang sejarawan Baron,
menyatakan, “Secara umum, kerajaan kecil Khazar terus ada dan hampir berhasil
menghalau seluruh musuh mereka hingga ke pertengahan abad ke-13 ketika mereka
menjadi mangsa bangsa Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan, Khakan Agung
Mongol, sebagai raja dunia saat itu. Perlu diingat bahwa saat itu mereka
melakukan pertempuran yang sengit hingga akhirnya meminta seluruh wilayah
tetangga untuk menyerahkan diri dan ikut bergabung. Mereka sebelumnya telah
membuat pusat Imperiumdi negeri Khazar, tetapi mereka telah mengirim sebelum dna
setelah penyerangan Mongol sebagian besar keturunan mereka menyebar ke
negeri-negeri Slavic yang belum ditaklukan oleh Mongol. Dengan demikian, pada
akhirnya keturunan mereka ini membantu mendirikan markas-markas Yahudi besar di
Eropa timur.
Ada kemiripan antara Yakjuj & Makjuj dengan Yahudi
ini memiliki kesamaan sifat merusak di bumi ini dan menyerang tetangga.
Perusakan yang dilakukan oleh Yakjuj & Makjuj, kaum Yahudi Bani Israel, dan
Yahudi bangsa Khazar keturunan Turki telah dijelaskan dalam Al Quran dan
sejarah manusia.
Jauh sebelum Imperium Khazar Yahudi Khazar hancur,
beberapa kabilah telah berkumpul. Mereka dikenal dengan kabilah Al-Kabar hingga
kabilah Magyar, dan mereka pindah ke Hungaria Taksony mengajak sejumlah
pendatang Khazar lain untuk menetap di wilayah kekuasaanya. Tentara Yahudi
Khazar muncul dalam peperangan Hungaria pada 1154. Sementara ini mewujudnya
tersebarnya bangsa Tatar yang memeluk agama Yahudi di Eropa Timur, bahkan
setelah Imperiummereka hancur pada abad ke-10.
Sebelum mengakhiri bagian tentang hubungan Yahudi
Khazar dengan Yakjuj & Makjuj, Saya akan menyampaikan kembali tulisan para
pengembara Arab yang hidup pada masa Khalifah Abbasiyah, salah satunya adalah
Ibn Fadhlan, yang telah mendatangi negeri Khazar pada masa pemerintahan
Khalifah Al-Muqtadur Billah Al-Abbasi. Dia menjelaskan bahwa bangsa dan
kerajaan Khazar semuanya Yahudi. Bangsa Bulgaria serta negara tetangga tunduk
dan taat kepada mereka. Dan sebagian ada yang menyatakan bahwa Yakjuj dan
Makjuj adalah bangsa Khazar.
Barangkali kita tidak boleh lupa, bahwa Al-Masih
Ad-Dajjal ketika keluar akan diikuti oleh Yahudi. Khususnya Yahudi Khazar di
seluruh dunia, dari timur hingga barat. Kita juga tentu tidak boleh lupa bahwa
Khazar termasuk kabilah Yakjuj dan Makjuj yang telah dipenjarakan oleh
Dzulkarnayn. Bab ini Saya ambil dari buku terbitan Dar Al-Kitab Al-Arabi,
Damaskus, Mesir yang ditulis oleh Manshur Abdul Hakim, dalam salah satu bukunya
yang menjelaskan antara Yahudi Khazar dengan Yakjuj dan Makjuj dalam bukunya
yang berjudul Ya’juj & Ma’juj dari awal hingga akhir.
