Powered By Blogger

Rabu, 18 Januari 2017

Hubungan Yahudi Khazar dengan Yakjuj & Makjuj

Hubungan Yahudi Khazar dengan Yakjuj & Makjuj


  1. Asal Usul Yahudi Khazar

Yahudi khazar disebut sebagai bangsa, kabilah, negara atau kerajaan (imperium). Terutama tampak antara abad ke-7 dan ke-10. Hal tesebut merujuk kepada sebuah negara paganisme yang salah satu rajanya bernama Bulan yang kemudian memeluk agama islam, tetapi dalam beberapa riwayat disampaikan bahwa ia murtad dan memeluk agama Yahudi. Sudah menjadi suatu hal yang wajib pada abad ke-7 atau pertengahan sebelum era modern, bahwa secara otomatis rakyat dalam suatu negara tersebut akan mengikuti keyakinan atau agama sang Raja, walaupun hampir semua tidak mengikuti agama sang raja. Dalam hal ini kerajaan Khazar secara otomatis, ketika rajanya murtad atau berpindah agama dari agama Islam ke agama Yahudi maka, secara otomatis rakyat, kabilah dan negaranya pun berpindah agama atau memeluk agama Yahudi.

Akhirnya beberapa sumber menyatakan bahwa kabilah ini adalah kabilah ke-13. Mereka tidak termasuk ras Semit yang silsilahnya sampai pada Bani Israel dari keturunan Nabi Ibrabhim AS. Setelah dua kerajaan Bani Israel di tanah Palestina dihancurkan oleh Bangsa Asyur dan Babilonia dan mereka (rakyat Bani Israel) melarikan diri menyebar ke seluruh dunia. Setelah itu, mereka menyatakan kehilangan 10 kabilah lainnya. Kaum Yahudi Bani Israel tidak pernah mendapatkan kesempatan kembali ke tanah Palestina. Khususnya setelah penaklukan Islam atas tanah Palestina., kecuali pada abad ke-20 melalui perantara organisasi Zionis yang mencakup kaum Yahudi Semit dan non-Semit (Yahudi Khazar) atau mayoritas Yahudi yang tersisa saat ini.

Yahudi Khazar merujuk pada jumlah besar kaum Yahudi sekarang. Mereka adalah para pemerintah Zionis yang dapat kita sebut sebagau Israel. Mereka yang merencanakan setiap peperangan internasional dan nasional yang bahkan dapat disaksikan oleh kita bahkan oleh seluruh dunima, tentunya karena mayoritas media sosial itu adalah milik mereka kaum Yahudi / Israel. Tak mudah memang, menentukan munculnya Kerajaan Khazar sebagai sebuah bangsa dan negara dala panggung kehidupan di masa lalu. Banyak pendapat terkait pertumbuhan mereka di Asia Timur, ketika kabilah-kabilah Turki yang terdidr atas kabilah Tatar (Mongol) serta kabilah-kabilah lainnya yang berada di sekitar perbatasan Tiongkok kuno.

Menurut sebuah pendapat, “khazar” berasal dari kata berbahasa Turki, Quz, yang berarti berkelana atau memulai. Nampaknya, nama tersebut menunjukan perbuatan mereka yang sering berpergian dan berpindah tempat. Ada derivasi lain untuk kata koza dalam bahasa Rusia yang berarti buntut babi. Sejawaran Theovac (w. 818) menyebutkan bahwa mereka adalah orang-orang Turki yang datang dari timur dan disebut Khazar. Sebagian sejarawan menyatakan Khazar sampai ke Eropa Timur pada masa pemerintahan Byzantium Maurice Imperial setelah terrjadi konflik antara mereka dengan bangsa Turki Barat (dalam D.M Dunlop (Douglas Morton Dunlop). Sejarawan Yahudi Khazar, yang diterjemahkan oleh Suhail Zakar).

Pakar geografi Arab menyebutkan bahwa Khazar terdiri atas dua kelompok. Pertama, Kara-Khazar (Bangsa Khazar berkulit hitam). Kedua, Khazar kulit putih. Selanjutnya, Khazar muncul di Eropa Timur pada abad ke-16. Mereka datang dari tanah kelahiran mereka. Hal itu terjadi pada bangsa Turki Utsmani dan bangsa Turki Saljuk. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Khazar kulit hitam seperti orang India, buka Afrika. Ibn Sa’id Al Maghribi menyatakan “Sedangkan Khazar, mereka adalah orang-orang yang tinggal di bagian kiri wilayah yang dihuni, ke arah daerah ketujuh. Mereka membuat menara beruang di atas kepala mereka. Tanah mereka dingin dan basah. Oleh karena itu, kulit mereka putih, bermata biru, berambut merah terurai, bertubuh besar, berwatak dingin dan berpandangan buas.

Khazar menjadi kelompok bersamaan dengan umat-umat Timur Besar lainnya, mereka sama seperti bangsa Tiongkok dan Turki yang datang berkelompok ke pintu-pintu masuk Kekaisaran Persia. Dalam bukunya, Al-Thabari Tarikh Al-Thabari, mengatakan, “Di antara putra Mu’ij, Yakjuj dan Makjuj. Mereka berada di timur tanah Turki dan Khazar”. Pendapat lain menyatakan bahwa turki berasal dari keturunan Nabi Ibrahim AS. dari istrinya, Qathura/Qanthura, yang ayahnya termasuk orang Arab ‘Aribah. Ibn Ishaq dan Jahizh termasuk orang yang berpendapat demikian.


  1. Yahudi Khazar dengan Yakjuj dan Makjuj

Yahudi Khazar berasal dari keturunan Yafet ibn Nuh AS. sedangkan Yahudi Israel berasal dari keturunan putra-putri Ya’qub AS. yang nasab keturunannya sampai kepada Sam bin Nuh AS. Demikia pula dengan bangsa Turki tatkala bangsa Khazar dinisbahkan kepada mereka pun dari Yafet. Dari Turki muncullah Yakjuj dan Makjuj. Mereka terdiri atas beragam kabilah. Mereka keluar dari lubang besar yang menjadi jalan menuju dunia bawah tanah untuk menyerang rekan-rekan mereka, orang-orang yang mengadu kepada raja sekaligus salah seorang Nabiullah, Nabi Dzulkarnayn.

Kemudai beliau (Dzulkarnayn) mengurung mereka hingga mendekati akhir zaman. Allah menyebutkannya dalam Al Quran Quran Surat Al Kahfi ayat 93 – 99
Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan
Mereka berkata: "Hai DDzulqarnayn, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?"
Dzulqarnayn berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,
berilah aku potongan-potongan besi." Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah DDzulqarnayn: "Tiuplah (api itu)." Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu."
Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.
Dzulqarnayn berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar."
Kami biarkan mereka di hari itu (Pada Perang Dajjal) bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya, (QS. Al-Kahfi: 93-99)

Ada beberapa hadits shahih yang menjelaskan tentang Yakjuj & Makjuj bahwa mereka berwajah lebar seperti perisai yang terpukul (buruk suatu benda yang sering dipukul hingga terdapat sekali bekasnya), bermata sipit, berambut pirang dan mereka dapat turun dengan cepat dari tempat yang tinggi. Ada beberapa pendapat bahwa Yahudi adalah Yakjun & Makjuj. Pernyataan ini tidak bisa dibenarkan secara umum, sebab Yahudi berasal dari 12 kabilah Bani Israel. Sedangkan, kabilah ke-13 hanyalah Yahudi Khazar yang nasab keturunannya sampai pada Yakjuj & Makjuj.

Heolia Georgia menyebutkan bahwa ada satu kesastraan kuno yang mengungkapkan bangsa Khazar adalah Yakjun & Makjuj. Mereka adalah kaum laki-laki buas yang memiliki penampilan yang buruk dan haus darah. Seorang penulis Armenia juga menjelaskan bahwa Bangsa Khazar adalah orang-orang yang berwajah buruk, lebar dan tidak atau hampir tidak memiliki bulu mata, serta berambut panjang seperti wanita. Seorang ahli geografi Arab Persepolis menyebutkan bahwa bangsa Khazar tidak mirip dengan orang Turki karena rambut mereka hitam. Mereka terbagi dua. Pertama, Kara-Khazar, yaitu bangsa Khazar kulit hitam. Mereka mirip orang India. Kedua, Khazar kulit putih. Mereka berpenampilan tampan dan menarik perhatian.

Seperti banyak diketahui bahwa anggota kasta yang memiliki paras menarik dan berkulit putih adala kasta penguasa. Adapun anggota kasta yang lainnya berkulit hitam. Hal ini dijadika pembenaran atas keyakinan bahwa orang Bulgaria Putih lebih putih daripada orang Bulgaria kulit hitam. Atau orang Tatar putih terkenal dengan nama Ephtaltes yang memerangi India dan Persia pada abad ke-5 dan ke-6 adalah orang-prang yang lebih pirang daripada kabilah-kabilah Tartat yang lain yang pernah menyerang Eropa (Kabilah ke-13).

Dalam bukunya Koestler, Kabilah Ketiga Belas. Dia menambahkan, “kenyataanya, bangsa Khazar adalah bangsa yang berkulit hitam yang bergantung pada hipotesis ahli geografi Arab Perpolis. Keadaan mereka diterangkan dalam beberapa tulisan rekan-rekannya bukan atas dasar sandaran ilmiah yang otentik, tetapi mendasar pada cerita-cerita legenda dan dongeng. Dan saya pun tidak lebih banyak mengetahui dan meneliti tentang keadaan jasmani bangsa Khazar atau asal usul mereka”. Namun, beberapa pendapat menyatakan bahwa kenyataanya, kabilah-kabilah Turki dan kaum-kaum yang berasal dari mereka, Tartat, Mongol atau di barat mereka lebih dikenal dengan nama Huns, adalah kabilah yang jumlahnya sangat banyak. Yakjuj & Makjuj salah satu dar mereka. Mereka semua berasal dari keturunan Yafet bin Nuh AS. mereka terus menerus berketurunan dalam jumlah yang besar, hingga menjadi jumlah yang terbesar dari keturunan Nabi Adam AS. pada hari kiamat kelak.

Heolia Brisk menegaskan bahwa bangsa Khazar muncul di Eropa sekitar pada abad pertengahan ke-5 sebagai rakyat di bawah kepemimpinan pemerintah Tatar. Mereka, bangsa Hungaria, serta kabilah-kabilah lainnya dianggap berasal dari keturunan kabilah Atila yang merupakan pemimpin Tatar. Setelah Atila meninggal dunia, ImperiumTatar hancur dan gelombang kabilah-kabilah yang berpindah tempat pun mulai bermunculan., dari timur Asia ke timur Eropa. Kabilah yang paling terkenal diantara mereka adalah kabilah Ujour dan Afar. Kabilah Khazar termasuk dalam golongan mereka.

Sebelum berdirinya ImperiumKhazar, mereka ikut ImperiumTurki Barat (Kerajaan Turkut), Kaffan atau Sajat. Mereka menjadi kesatuan konfederal yang mengumpulkan banyak kabilah di bawah seorang pemimpin yang dijuluki Khakan; dalam bahasa Turki berarti Tatar dan dalam bahasa Mongol berarti raja. Pemerintahan pertama Turki ini hidup selama satu abad, dari tahun 550-650. Kemudian, terpecah belah tanpa tersisa sedikitpun.

Setelah bangsa Khazar terkalahkan dan Imperiummereka berakhir pada 965 hingga abad ke-13, mereka terus menjaga kemerdekaan dalam batas-batas wilayah yang lebih sempit dari sebelumnya. Selain itu, mereka juga menjaga agama mereka, Yahudi. Bahkan, mereka kembali membiasakan perampasan dan perampokan tehadap orang lain, sebagaimana yang mereka lakukan ketika masih memiliki imperium. Dengan kata lain, mereka kembali melakukan kerusakan di muka bumi. Hal itu  merupakan sifat-sifat paling penting umat Yahudi.

Lebih jauh kita kuak, salah seorang sejarawan Baron, menyatakan, “Secara umum, kerajaan kecil Khazar terus ada dan hampir berhasil menghalau seluruh musuh mereka hingga ke pertengahan abad ke-13 ketika mereka menjadi mangsa bangsa Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan, Khakan Agung Mongol, sebagai raja dunia saat itu. Perlu diingat bahwa saat itu mereka melakukan pertempuran yang sengit hingga akhirnya meminta seluruh wilayah tetangga untuk menyerahkan diri dan ikut bergabung. Mereka sebelumnya telah membuat pusat Imperiumdi negeri Khazar, tetapi mereka telah mengirim sebelum dna setelah penyerangan Mongol sebagian besar keturunan mereka menyebar ke negeri-negeri Slavic yang belum ditaklukan oleh Mongol. Dengan demikian, pada akhirnya keturunan mereka ini membantu mendirikan markas-markas Yahudi besar di Eropa timur.

Ada kemiripan antara Yakjuj & Makjuj dengan Yahudi ini memiliki kesamaan sifat merusak di bumi ini dan menyerang tetangga. Perusakan yang dilakukan oleh Yakjuj & Makjuj, kaum Yahudi Bani Israel, dan Yahudi bangsa Khazar keturunan Turki telah dijelaskan dalam Al Quran dan sejarah manusia.

Jauh sebelum Imperium Khazar Yahudi Khazar hancur, beberapa kabilah telah berkumpul. Mereka dikenal dengan kabilah Al-Kabar hingga kabilah Magyar, dan mereka pindah ke Hungaria Taksony mengajak sejumlah pendatang Khazar lain untuk menetap di wilayah kekuasaanya. Tentara Yahudi Khazar muncul dalam peperangan Hungaria pada 1154. Sementara ini mewujudnya tersebarnya bangsa Tatar yang memeluk agama Yahudi di Eropa Timur, bahkan setelah Imperiummereka hancur pada abad ke-10.

Sebelum mengakhiri bagian tentang hubungan Yahudi Khazar dengan Yakjuj & Makjuj, Saya akan menyampaikan kembali tulisan para pengembara Arab yang hidup pada masa Khalifah Abbasiyah, salah satunya adalah Ibn Fadhlan, yang telah mendatangi negeri Khazar pada masa pemerintahan Khalifah Al-Muqtadur Billah Al-Abbasi. Dia menjelaskan bahwa bangsa dan kerajaan Khazar semuanya Yahudi. Bangsa Bulgaria serta negara tetangga tunduk dan taat kepada mereka. Dan sebagian ada yang menyatakan bahwa Yakjuj dan Makjuj adalah bangsa Khazar.


Barangkali kita tidak boleh lupa, bahwa Al-Masih Ad-Dajjal ketika keluar akan diikuti oleh Yahudi. Khususnya Yahudi Khazar di seluruh dunia, dari timur hingga barat. Kita juga tentu tidak boleh lupa bahwa Khazar termasuk kabilah Yakjuj dan Makjuj yang telah dipenjarakan oleh Dzulkarnayn. Bab ini Saya ambil dari buku terbitan Dar Al-Kitab Al-Arabi, Damaskus, Mesir yang ditulis oleh Manshur Abdul Hakim, dalam salah satu bukunya yang menjelaskan antara Yahudi Khazar dengan Yakjuj dan Makjuj dalam bukunya yang berjudul Ya’juj & Ma’juj dari awal hingga akhir. 

Asal Usul Ya’juj & Ma’juj

Asal Usul Ya’juj & Ma’juj

Dalam bukunya, Ibnu Katsir menerangkan bahwa mereka adalah dari keturunan Adam dari keturunan Nuh, dari anak keturunan Yafits yakni nenek moyang bangsa “Turk” yang terisolir oleh benteng tinggi yang dibangun oleh Dzulqarnain.

Magogh bin Yafet bin Nuh bin Lamik (Lamaka) bin Metusyalih (Matu Salij) bin Idris bin Yarid bin Mahlail bin Qianan bin Anus bin Syit bin Adam.

Ya’juj dan Ma’juj adalah merupakan keturunan manusia, yaitu masih keturunan anak lelaki Nuh bernama Yafis dan berhijrah ke utara, yaitu ke Eropa dan Rusia bagian Selatan, selepas banjir kering. Keturunan Sam berpindah di sekitar bumi Kanaan lalu membentuk bangsa Arab dan sekitarnya. Keturunan Ham pula berhijrah ke Afrika lalu membentuk bangsa Afrika. Oleh itu sekiranya seseorang itu berketurunan nabi, beliau semestinya manusia dan malahan boleh dianggap berketurunan mulia dan baik-baik. Oleh itu, tidak munasbah menyatakan Ya’juj dan Ma’juj makhluk ghaib (jin) tetapi berketurunan nabi-nabi.

Turun dengan cepatnya bisa diartikan sebagai strategi serangan/barisan yang kuat atau piawai/memiliki kecepatan (seperti berkuda atau berkendaraan dan berpesawat) atau serangaan yang sangat kilat dalam menghancurkan/ahli dalam membuat persenjataan yang hebat, jitu dan cepat. Satu Yakjuj dan yang lain Makjuj seakan-akan menjelaskan bahwa bangsa ini terdiri dari dua ras genetika suku bangsa terbesar yang bila dikaitkan sebagai anak turunan nabi Adam as (bapak peradaban awal dan bapak manusia) atau anak turunan nabi Nuh as (bapak peradaban tengah dan sekarang) dan bila dikaitkan dengan jumlahnya yang sangat banyak, kita bisa melihat mereka seharusnya sekarang adalah bangsa yang jumlahnya sangat besar, maka kita harus meneliti 2 genetika ras terbesar di dunia yang paling banyak terdapat pada manusia.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Belum akan tiba kiamat sehingga kaum muslim memerangi kaum ‘Turk’ (Tatar), kaum yang wajahnya (licin dan lebar) seperti perisai. Mereka akan mengenakan pakaian (yang terbuat) dari bulu, dan mereka berjalan mengenakan (sepatu yang terbuat) dari bulu”. (HR. Muslim, Abu Dawud, dan an-Nasa’i)

Menurut penjelasan lain, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan tiba Kiamat hingga kalian memerangi kaum yang alas kakinya terbuat dari bulu. Dan kiamat tidak akan tiba sampai kalian memerangi kaum yang bermata kecil dan berhidung mancung” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)

Dua hadis ini cocok dengan apa yang terjadi terhadap ciri-ciri dan serangan bangsa Mongol, maka salah satu genetika rasnya adalah sama dengan yang di jumpai pada bangsa ini.

Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala mewahyukan kepada Isa ‘alaihissalam: Sesungguhnya aku mengeluarkan hamba-hamba-Ku yang tidak ada kemampuan bagi seorang pun untuk memeranginya. Maka biarkanlah mereka hamba-hamba-Ku menuju Thuur. Lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala keluarkan Ya’juj dan Ma’juj dan mereka mengalir dari tiap-tiap tempat yang tinggi. Kemudian mereka melewati danau Thabariyah, dan meminum seluruh air yang ada padanya. Hingga ketika barisan paling belakang mereka sampai di danau tersebut mereka berkata: “Sungguh dahulu di sini masih ada airnya….” (HR. Muslim)

Kata-kata : “Sungguh dahulu di sini masih ada airnya….” Sangat jelas pengertiannya bahwa  orang yang berkata seperti itu pernah melihat secara langsung tempat itu atau pernah mendengar kabar/informasi/TV/internet tempat itu, seperti bila Anda berkata: “Sungguh dahulu disini tidak ada jalan aspal/Sungguh dahulu disini masih ada pasar”. Jadi bila mereka adalah orang yang terkurung atau berada di dalam bumi bagaimana mereka tau bahwa dahulu di danau Thabariyah banyak air, bila merujuk sebelum kurungan yang notabene awalnya beribu tahun lalu sebelum terbuka, tidak mungkin nenek moyang-moyang Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog ini masih hidup ribuaan tahun dan menceritakan adanya danau tersebut kecuali mereka dahulu adalah terpelajar dan menuliskan di manuskrip (ada hadis dan ayat yang menggambarkan bahwa tidak ada makhluk atau manusia yang dibuat kekal).

Maka yang tepat adalah orang-orang yang ada disekitar daratan bumi yang punya akses atau berita dan informasi. Dan perlu Anda ketahui bahwa Danau Thabariyah ini telah ¼ nya kering dan benar-benar dipakai buat di minum, dari barisan pertama kali yang datang menduduki tanah ini hingga yang datang berkunjung hari ini ke Israel. Penulis belum tahu pasti akan barisan keberapakah di esok hari yang datang ke Israel yang tidak kebagian minuman dari danau Thabariyah ini. Yang kering air-nya juga kemungkinan akan dibantu oleh 3 tahun kemarau hingga lebih cepat dari perkiraan.

Dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah bersabda, sesungguhnya yajuj dan majuj menggali [Dinding] setiap hari. ketika mereka nyaris melihat sinar matahari berkatalah orang yang di atas mereka. Kembalilah dan kita akan menggalinya lagi besok. Allah lalu mengembalikanya lebih rapat dari semula. Hingga mereka sampai ke tempat mereka dan Allah berkehendak untuk membangkitkan mereka kepada manusia. Mereka menggali sampai ketika mereka nyaris melihat cahaya matahari, berkatalah pemimpin mereka, kembalilah, kita akan menggalinya lagi besok. Hari berikutnya mereka kembali dan keadaanya sama seperti pada hari mereka meninggalkanya. Maka menggalinya dan keluar kepada manusia. Mereka mengeringkan air. Orang orang berlindung dari mereka di benteng benteng.”

Gambaran melihat sinar matahari lebih bersifat kiasan bahwa mereka ingin segera keluar dari kurungan yang berkutat di seputar wilayahnya saja dan berbuat apa yang mereka mau sebagai kemerdekaan bebas sebebas-bebasnya seperti orang yang berada lama di penjara yang berkata ingin segera melihat matahari (keluar penjara) hingga tidak henti-hentinya mencari jalan kebebasan namun selalu dihalangi karena belum waktunya tersebut dan juga bila di rujuk ke arah bawah wilayahnya (selatan) termaksud salah satunya adalah wilayah khurasan yang dikatakan dengan nama lain sebagai “tempat terbitnya matahari” bisa diartikan pula seakan-akan mau cepat bebas dan bergerak menyerbu ke daerah sana namun terhalang bangunan tinggi alam dan buatan yang tak dapat dilewati. Penghadangan tembok ini terjadi selama 2000 tahun, mengingat pengulangan 2x hari (2 x 1000) pada hadis sampai akhirnya terbuka yaitu pada saat penaklukan yang dilakukan Mongol.

Diriwayatkan oleh Al-Hakim dan Ibnu Mardhawiyyah melalui Abdullah bin Amru, juga diriwayatkan oleh Abdu bin Hamid melalui sanad sahih daripada Abdullah bin Salam: “Sesungguhnya (Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog) daripada zuriat Adam dan di belakang mereka ada tiga umat, tidak mati di kalangan mereka melainkan meninggalkan lebih daripada seribu zuriat.

Dari Tabrani dan Ibnu Mardhawiyyah dan Al-Baihaqi dan Abdu bin Hamid daripada Ibnu Umar: “Dinamakan (Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog) kepada tiga umat: Tawil, Taris dan Mansik”.

Imam Al-Alusi berpendapat bahawa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog mempunyai umur yang paling panjang. Ibnu Kathir telah berkata bahawa bilangan mereka tidak dapat ditetapkan, tetapi pasti jumlah mereka sangat ramai.

mereka tidak mati sebelum melihat seribu keturunannya (zuriat), dikatakan bahwa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog tidak akan mati kecuali melihat seribu keturunannya, mengapa demikian? Ada tiga pengertian disini :
Bahwa semenjak dahulu mereka adalah orang-orang berprilaku barbar dan kafir, yaitu yang suka melakukan pergaulan bebas dan perkosaan yang merupakan bagian sifat barbar dan sifat penganut kebebasan sebebas-bebasnya, bahkan hingga sekarang pergaulan bebas itu masih terwujud, hingga layaklah mereka memiliki perkembangan bilangan turunan ras yang akan sangat banyak dan sub-keturunan suku dan bangsa yang banyak karena percampuran antar suku-suku mereka yang sesama penyuka gaul bebas, janganlah berpikir bahwa pengertian diatas adalah tiap satu orang bisa memiliki seribu anak, karena pengertian ini adalah pengertian yang kedua namun secara kiasan. Walaupun ada juga diantara mereka punya lebih dari 100 anak seperti Kaisar/Raja dan kaum bangsawan yang punya banyak selir.

Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog tidak akan mati kecuali telah melihat 1000 orang lainnya telah mengikuti ajakan, paham atau kepercayaan mereka, seperti : Demokrasi, Liberalisme, Materialisme, Komunisme, dan nisme-nisme lainnya. Bolehlah kita katakan bahwa kepercayaan dari sub-suku-suku dan sub-bangsa-bangsa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog memiliki kepercayaan Atheisme, Paganisme, Dinamisme, Animisme, Polytaisme, dsb dengan sistem anutannya demokrasi, liberal, komunis, materialis, dsb. Selain tentu saja bukan Islam. Seribu keturunan diartikan tiap pemimpinan kepercayaan atau ideologi mampu membawa seribu orang lain yang mengikutinya dan menjadi pengikut aliran dan faham mereka dan pengikut ini mengembangkannya lagi ke 1000 orang lainnya dan seterusnya.

Bisa juga pemaknaannya seribu keturunan adalah turunan dari awal hingga akhir telah menjadi berkembang berjumlah 1000 sub-suku-suku/bangsa-bangsa di dunia, baru Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog mati secara global yaitu pada saat mereka terkumpul diakhir jaman menyerang pasukan Imam Mahdi dengan jumlah suku yang menyerang sebanyak 1000 suku.

Mengapa demikian? Masih ingatkah akan Hadis Qudsi ini :
dari abu said al kudri dari rosulullah beliau bersabda: 'allah berfirman! 'wahai adam! Lalu adam menjawab, 'aku sambut panggilanmu ya allah, dan dengan bahagia aku menerima perintahmu, segala kebaikan berada di tanganmu. Kemudian ia berfirman, 'keluarkanlah pasukan ahli neraka! Adam bertanya, 'apakah pasukan ahli neraka itu? Allah berfirman, dari 1000 orang ada 999 orang (yang masuk neraka). Maka ketika itu anak anak kecil rambutnya mendadak beruban, setiap yang hamil melahirkan kandunganya, dan kamu lihat manusia sama mabuk padahal mereka tidak mabuk, melainkan hanya adzab Allah itu pedih. Para sahabat bertanya, 'wahai rosulullah, bagaimana posisi kita kalau yang bukan pasukan neraka itu hanya satu orang di antara seribu orang? Beliau menjawab, bergembiralah karena di antara kamu hanya seorang (yang masuk neraka) sedangkan dari yajuj dan majuj seribu orang (yang masuk neraka). Shahih bukhari.

Hadis ini selain menggambarkan jumlah perbandingan penduduk Surga dan Neraka tapi juga menggambarkan di akhir jaman selain dari orang Islam adalah pasukan Neraka, berarti merujuk keseluruhan bangsa-bangsa dunia selain dari Islam, adalah pasukan Neraka, bila kurang jelas bisa diartikan selain dari Islam, agama dan kepercayaan apapun adalah pasukan Neraka, yaitu bisa juga diperbandingan umat Neraka dari umat Islam dengan pasukan Neraka yang lain adalah 1:1000, dan siapakah yang dibandingkan ini, Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog maka malah dibilang tidak akan mati melihat 1000 turunan/pengikut ideologi dan kepercayaan mereka, sama dengan pembanding ke orang Islam 1:1000. Masih tidak percaya bahwa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog adalah bangsa seluruh dunia yang akan menjadi lawan tanding pada perang Dajjal bagi umat Islam Bergembiralah, karena kalian berada di dalam dua umat, tidaklah umat tersebut berbaur dengan umat yang lain melainkan akan memperbanyaknya, yaitu Ya’juj dan Ma’juj”. Pada lafaz yang lain: “Dan tidaklah posisi kalian di antara manusia melainkan seperti rambut putih di kulit sapi yang hitam, atau seperti rambut hitam di kulit sapi yang putih.”. Masih belum percaya, silahkan lihat lebih lengkap dua Hadis Qudsi ini lagi, lagi-lagi ada perkataan perbandingan dengan Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog.

Masih tidak percaya ya, di Injil saja ada dikisahkan tentang Dajjal yang akan menyesatkan seluruh bangsa yang teridentifikasi turunan Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog atau Gog dan Magog “Dan ia akan keluar untuk menyesatakan bangsa-bangsa yang tersebar di keempat penjuru bumi, seperti Gog Magog. Mereka akan dikumpulkan oleh Iblis untuk berperang. Jumlah mereka seperti pasir ditepi laut.” (Wahyu 20:8) dan pasukan Neraka ini adalah keturunan nabi Adam as berarti manusia lah Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog. Posisi Kita diakhir jaman adalah berada di dalam dua umat ini, kedua umat ini kalau berbaur entah karena ideologi atau pergaulan bebas atau kepercayaan dan agamanya melainkan akan memperbanyaknya, siapa, ya Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog, klo tidak kenapa Kita hanya disebut diantara dua umat yakni umat Yakjuj dan umat Makjuj dan kemana umat-umat/bangsa-bangsa/suku-suku lain seperti Yahudi, Nasrani, bani Ishaq, Rum, Khuz dan Kirman dan bani-bani lainnya?. Bukankah masih ada anak-anak dan wanita-wanita yang tidak berperang.

Justru saat ini umat Islam dikatakan didalamnya lagi bukan diantaranya, berarti ada juga mereka yang telah Islam sebelumnya dengan kata lain, bisa saja suku Anda adalah bagian Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog namun Anda tidak karena keislaman tersebut. Masih tidak percaya, satu lagi penguatnya, yaitu ada hadis dari Ibnu Abbas: “Bumi itu terbagi menjadi enam. Lima bagian dihuni oleh Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog, sedangkan yang satu dihuni oleh makhluk yang lain” (pen: dunia mengenal adanya 6 benua) dan Dari Imran bin Hushain r.a., Rasulullah saw. bersabda,’...dan demi jiwaku yang berada dalam genggaman-Nya bahwa kalian adalah kilauan dua makhluk yang selalu berkembang jumlahnya yaitu Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog yang berasal dari keturuan Adam, keturunan Iblis’ (HR Turmudzi). Jadi musuh Islam akhir jaman dalam perang Dajjal adalah perbandingan pasukan Islam 1:1000 dari seluruh bangsa-bangsa juga secara global dan secara penamaan global. Pernahkan meneliti rambut putih diantara rambut hitam, berapakah perbandingannya?. Apakah seluruh dunia yang akan menyerang Kita? Tentu, Tidak!.

Karena masih ada peradaban setelah “periode jaman Islam akhir” nantinya yaitu peradaban “periode jaman Kiamat”, dimana satu pria berbanding 50 wanita, tidak heran banyak wanita mengejar pria akan menyebabkan pergaulan yang sangat bebas pada masa tersebut (ciri pergaulan bebas ini selalu melekat dari dahulu), masih ada umat-umat lain yang diselamatkan Allah dijauhkan dari Dajjal dan Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog, masih ada umat kafir tapi yang mengaku diri Islam (kaum munafik dan fasik) dan masih ada mereka sisa-sisa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog yang tidak berperang karena tinggal diwilayahnya saja dan akan beriman pula kelak kepada nabi Isa as, yaitu kebanyakan anak-anak dan istri-istri mereka dan sedikit pria yang tidak berperang yang kelak akan diIslamkan kembali oleh nabi Isa as, jadi tujuannya di akhir jaman adalah penghancuran umat Islam kelak bukan penghancuran keseluruhan kota-kota dan peradaban dunia tapi akan fokus pada umat Islam, peradaban dan kota-kotanya dan ini sesuai dengan tujuan sebenarnya New World Order dan Depopulation Program, dimana ini bukan pengurangan manusia di bumi menjadi hingga 500.000.000 jiwa saja, melainkan punya tabir lain yang bertujuan sebenarnya adalah penghapusan Islam dari muka bumi dengan salah satu caranya membiarkan perang atau membuat perang.

Perlu diingat Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog adalah bangsa-bangsa dengan kekerasan, jadi pada masa sebelum dan saat perang Dajjal akan terjadi peperangan-peperangan yang saling menghancurkan antara bangsa-bangsa itu juga atau ini akan termaksud rangkaian perang dunia ketiga, Namun perlu diingatkan kembali dan yang dimaksud Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog sendiri seperti di gambaran hadis-hadis lain adalah yang dipercaya berhubungan dengan turunan dari bangsa utara pada kisah Dzulqarnayn. Masalahnya bangsa yang diidentifikasi ini sub-turunannya benar-benar telah menguasai tempat-tempat seluruh dunia jaman sekarang ini, di tiap negara bakan ditiap suku ada yang merupakan turunan campurannya.

Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog adalah penyebutan global nama kumpulan besar dari bangsa-bangsa dunia, maka ketika nabi Muhammad SAW menyebut bangsa Rum dengan 80 bendera, bisa jadi ini adalah penyebutan Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog dahulu, kemudian setelah tabir terbuka pada nabi, maka nabi memberi spesifikasi baru berupa kabar nama suku atau nama bangsa, bisa jadi pula mengingat ada beberapa gelombang serangan yang akan datang, serangan dari bangsa-bangsa terakhirlah yang dimaksud Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog pada hadis, Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog adalah serangan gelombang terakhir dari seluruh dunia selain Islam, siapapun dari bangsa apapun yang ikut pada serangan terakhir itu.

Dalam alkitab dijelaskan bahwa Yerusalem berada ditengah-tengah dari banyak bangsa-bangsa yang akan menyerangnya dari segala penjuru bukan hanya dari utara, Anda tahu, yang akan menyerang itu adalah Gog Magog dan Anda tahu, bahwa yang diartikan bahwa Yerusalem (baca:Israel) berada ditengah dan siapa bangsa-bangsa yang akan menyerang dari segala penjuru? dan kenyataan terlihat adalah negara-negara di segala penjuru Israel notabene adalah dikelilingi negeri-negeri Islam. Anda tahu telah sejak lama Islam lah yang mereka angap Gog Magog. Maka ketika jihadis dan Hamas dan yang lain bergejolak, mereka tekun memberangusnya. Bahkan Amerika telah membangun banyak pangkalan disegala penjuru dunia yang strategis dan mengelilingi negeri-negeri Islam, apakah sebuah persiapan peperangan?. Klo tidak dunia tidak seramai hari ini hingga puncaknya kelak. Sungguh makar Allah SWT yang hebat! dan negeri apakah yang kelak telah runtuh kemudian dihuni kembali, besar kemungkinan yang termakna adalah negeri-negeri Syam dalam mulai kehancuran kota-kotanya saat ini.

Dikatakan pula bahwa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog adalah pengikut Dajjal dan Ideologi Dajjal juga “Dan ia akan keluar untuk menyesatkan bangsa-bangsa yang tersebar di keempat penjuru bumi, seperti Gog Magog. Mereka akan dikumpulkan oleh Iblis untuk berperang. Jumlah mereka seperti pasir ditepi laut.” (Wahyu 20:8) dan mengingat femokusannya adalah turunan dan sub-sub turunan dari utara yaitu Turk atau Bangsa Alan atau Scnthya yang notabene telah bercampur baur dengan sub-turunan dari 10 suku Yahudi yang hilang. Apakah kalian tidak serasa mabuk melihat dan mendengar dan mengetahui hal ini bahwa Seluruh Dunia adalah lawan mu.

Mereka akan berkumpul dan berkumpul makin lebih banyak dan memperbanyak diri dalam serangan gelombang terakhir menghancurkan kota-kota Islam setelah kekalahan gelombang-gelombang awal tidak dapat melumpuhkan atau mengalahkan Islam bahkan meskipun telah di pimpin oleh Dajjal sendiri. Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog walaupun bisa diartikan seluruh bangsa di dunia kecuali Islam namun penamaannya difokuskan pada saat perang saja atau yang membuat kerusakan dan pembantaian dari dahulu hingga sekarang atau yaitu yang kelak akan menjadi lawan tanding terakhir umat Islam diakhir jaman saja.

“Bergembiralah, karena kalian berada di dalam dua umat, tidaklah umat tersebut berbaur dengan umat yang lain melainkan akan memperbanyaknya, yaitu Ya’juj dan Ma’juj” bisa diartikan juga umat Islam diantara (umat yang tidak mempunyai Tuhan), seperti Komunis dan Atheis dan (umat yang Mentuhankan selain Allah SWT), seperti Demokrasi, Liberalis dan Materialis.

Bila kita lihat sisi utara pada alkitab "Yehezkiel 38:2 "Hai anak manusia, tujukanlah mukamu kepada Gog di tanah Magog, yaitu raja agung negeri Mesekh dan Tubal dan bernubuatlah melawan dia" yang dapat kita bisa definisikan sebagai daerah di Rusia/Uni Soviet atau lebih sfesifik ke kaum komunis keseluruhan yang ada di dunia, disisi lain Yahudi dan bangsa barat adalah bagian besar 12 suku bani Israel, dan sisi yang lain lagi adalah umat Islam. Maka jauh hari bani israel telah menganggap gog magog adalah komunis dan islam, itu sebabnya perang dingin dan peperangan-peperangan kecil baik fisik dan rohani (faham dan politik) terang dan terselubung selalu terjadi antara barat dengan komunis (uni soviet, sekarang Rusia dan negara-negara penganut paham komunis sekarang) dan juga umat Islam, begitupun makar yang dibuat Allah SWT hingga kaum komunis merasa islam dan demokrasi/liberal adalah musuh alam mereka, dan begitu pun akhirnya kaum islam akhirnya kelak akan merasa pula bahwa komunis dan demokrasi/liberal adalah gog magog, unik dunia akan selalu terbentuk konflik-konflik dan pos-pos segitiga antar tiga sisi-sisinya yaitu kaum-kaum inilah yang dimaksud, masing-masing telah mengklaim diri yang benar dan lawan adalah gog magog, sebagaimana makna lain dari “Bergembiralah, karena kalian berada di dalam dua umat, tidaklah umat tersebut berbaur dengan umat yang lain melainkan akan memperbanyaknya, yaitu Ya’juj dan Ma’juj”. Tidaklah heran Amerika sebagai gerbang depan bani israel akan selalu memberangus pergerakan dari uni soviet dan sekarang rusia dan pendukung komunis lainnya dan juga umat islam, namun akan tetapi kelak komunis dan demokrasi liberal akan bersatu melawan islam setelah Dajjal mempersatukan mereka.


Apakah Mereka dari Yahudi Imperium Khazar..?

Menarik untuk dicatat bahwa melalui sejarawan Muslim, At-Thabari, berdasarkan minimal dua ekspedisi yang dilakukan oleh kaum Muslim awal untuk menemukan dan memeriksa dinding yang telah dibangun - seperti yang dijelaskan dalam Al Qur'an - oleh Dzulqarnayn (ada yang mengatakan, sebenarnya Alexander Agung, tetapi Dzulkarnayn sesungguhnya tidak menyembah dewa, berbeda dengan Alexander Agung) dalam rangka mencegah penyebaran Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog dari selatan melalui Kaukasus.

DM Dunlop (Douglas Morton Dunlop) mengacu pada temuan ini dalam bukunya, Historycal of Khazar Empire (Sejarah Yahudi Khazar) bahwa tembok tersebut adalah "benteng Kaukasus (yang berasal dari masa pra-Islam) yang dikenal sebagai Wall of Darband" / Darial George saat ini dan mengamati bahwa "Susunan berturut-turut material terang dan gelap (tembaga dan besi) adalah fitur yang paling menonjol dari kedua temuan tersebut, yang tentu saja mungkin dipengaruhi oleh ayat Al Qur'an di mana disebutkan besi dan tembaga cair".

Ibnu Katsir, dalam bukunya Al-Bidayah wal-Nihayah - (The Begining & The End) Awal dan Akhir, memberikan ringkasan umum - bagian yang telah dikutip - dari sejarah dan masa depan Gog dan Magog (yang biasanya disebut sebagai 'orang Hun' oleh sejarawan modern), dan pembangunan dinding oleh Dzulqarnain:

Gog dan Magog adalah dua kelompok Turki, keturunan dari Yafith (Yafet), bapak dari Turki, salah satu anak-anak Nuh. Pada saat Ibrahim AS, ada seorang raja yang disebut Dzulqarnain. Dia melakukan Tawaf mengelilingi Ka'bah dengan Ibrahim AS, ketika ia pertama kali membangun itu; ia beriman dan mengikutinya.

Dzulqarnayn seorang pria yang baik dan seorang raja yang besar; Allah memberinya kekuatan besar dan ia memerintah timur dan barat. Dia memegang kekuasaan atas segala raja dan negara, dan bepergian jauh dan luas baik di timur dan barat. Ia melakukan perjalanan ke arah timur sampai ia mencapai melewati antara dua gunung, di mana orang-orang keluar. Mereka tidak mengerti apa-apa, karena mereka begitu terisolasi; mereka adalah Gog dan Magog. Mereka menyebarkan korupsi di bumi, dan merugikan rakyat, sehingga orang-orang mencari bantuan kepada Dzulkarnayn. Mereka memintanya untuk membuat penghalang antara mereka dengan Gog dan Magog. Ia meminta mereka untuk membantunya untuk membangun, sehingga bersama-sama mereka membangun sebuah penghalang dengan mencampur tembaga, besi dan tar.

Dengan demikian Dzulqarnayn mengurung Gog dan Magog di belakang penghalang. Mereka mencoba untuk menembus penghalang, atau untuk memanjat, tetapi tidak berhasil. Mereka tidak bisa berhasil karena penghalang ini begitu besar dan licin. Mereka mulai menggali dan mereka telah menggali selama berabad-abad, mereka akan terus melakukannya sampai waktu ketika Allah memutuskan bahwa mereka harus keluar. Pada saat itu penghalang akan runtuh, dan Gog dan Magog akan bertebaran ke segala arah, menyebarkan korupsi, mencabut tanaman, membunuh orang. Ketika Isa AS berdoa terhadap mereka, Allah akan mengirimkan semacam cacing ke dalam kuduk dari leher mereka, dan mereka akan terbunuh olehnya.

Jelas penghalang ini sekarang telah lama dilanggar dan Gog dan Magog sekarang tersebar di mana-mana, melakukan apa yang telah ditetapkan yang harus mereka lakukan, sampai saatnya bagi mereka untuk menemui akhir mereka setelah nabi Isa AS kembali ke bumi ini.
Bahkan lebih menarik untuk diperhatikan secara sepintas bahwa salah satu kenabian dalam Yehezkiel, yang terdapat dalam bab tiga puluh delapan dan tiga puluh sembilan, dan ditujukan kepada Gog "pangeran dari Rosh" (Rusia), menyatakan bahwa masyarakat Gog, dari "tanah Magog", akan datang dari tempat mereka di ujung utara, "Kamu dan banyak bangsa dengan Kamu" menyerang "gunung-gunung Israel", menyebar keluar "seperti awan yang menutupi tanah". Akhirnya akan ada pertempuran besar di mana gerombolan Gog akan hancur, dan mayat mereka akan dimakan oleh burung bangkai atau dikubur dalam "Lembah Hamon Gog",
----------to be continued-----------




Siapa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog Apakah mereka dari golongan Jin, Malaikat, Manusia..?

Siapa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog
Apakah mereka dari golongan Jin, Malaikat, Manusia..?

Dalam Qs 18:94 (inna ya'juuja wama'juuja mufsiduuna fill'ardhi'
(Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog melakukan tidakan "Fasad") melakukan tindakan "Fasad" tidak hanya berdosa terapi juga melakukan tindakan kejahatan (kriminal). Lalu golongan Siapa yang dapat melakukan tindakan "fasad" ini..?

Siapa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog..?

Analisa pertama:
Analisa pertama tidak mungkin mereka dari golongan Malaikat, karena Malaikat tidak mempunyai keinginan, mereka diciptakan untuk patuh dan mereka tidak berdosa. Sehingga jelas bahwa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog bukanlah dari golongan Malaikat. Selain Malaikat, lalu golongan apa lagu tang diciptakan oleh Allah SWT?.

Analisa kedua:
Jawabanya kemungkinan dari golongan Jin & Manusia. Maka jelas kesimpulan dari analisa pertama adalah Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog itu pasti datang dari 3 (tiga) golongan tersebut, yaitu antara Malaikat, Jin & Manusia. Kalaulah seandainya dia tidak termasuk dari ketiga golongan tersebut, maka dia pasti makhluk dari golongan yang tidak akan pernah kita ketahui, karena Allah SWtlT tidak akan pernah memberitahukannya. Namun, Allah SWT menurunkan Al Qur'an yang dapat menjelaskan segalanya, jadi jawaban pastinya terdapat dalanAl Qur'an.

Mungkinkah mereka dari golongan Jin..?
Jawabanya iya, karena Jin dapat berbuat Dosa, dan bahkan amal ibadahnya akan diperhitungkan pula kelak, dan Jin dapat dimasukkan ke dalam neraka atau syurga. Karena ada Jin yang muslim dan juga ada pulanyang menjadi Syetan. Tapi, Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog tidak mungkin dari Golongan Jin, karena Jin adalah makhluk yang tidak tampak..! Maka, apabila Jin yang menyerang pada saat itu lalu melakukan tindakan "Fasad" dibdaerah Manusia, sehingga dibangunnya sebuah tembok nyata (tembok Dzulqarnayn Besi campur Tembaga) untuk menahan mereka (Jin). Tanggapanya adalah bagaimana mungkin Jin dapat ditahan dengan sebuah tembok yang nampak (kasar mata), sementara meraka itu adalah makhluk yang tak tampak.!?
Apakah Dzulqarnayn membuat tembok dari kertas yang bertulisakn arab atau lain sebagainya..!? ??
(Perlu diketahui & diingat bahwa Sebuah tembok dari besi tidak akan mampu melindungi seseorang pun dari Jin)

Analisa ketiga
Maka, berdasarkan kedua analisa dan alasan-alasan tersebut hanya satu makhluk ciptaan Allah SWT yang dapat melakukan tindakan "Fasad" makhluk yang dapat berbuat dosa dan kejahatan, dan dapat ditahan dengan benda yang nyata pula karena mereka pun makhluk yang Nyata..!? Sehingga akhir dari kesimpulannya adalah Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog adalah dari golongan Manusia.

Kesimpulan ini kami tarik berdasarkan informasi hanya dari Al Qur'an QS 18:94.
Sementara berdasarkan hadits, Rasullah SAW mengatakan bahwa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog adalah keturunan dari Adam AS. Mereka adalah salah satu dari keturunan lain dari Adam AS, sehingga nereka adalah Manusia biasa.

-Kutipan dari berbagai Hadits-
"Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Belum akan tiba kiamat sehingga kaum muslim memerangi kaum ‘Turk’ (Tatar), kaum yang wajahnya (licin dan lebar) seperti perisai. Mereka akan mengenakan pakaian (yang terbuat) dari bulu, dan mereka berjalan mengenakan (sepatu yang terbuat) dari bulu”. (HR. Muslim, Abu Dawud, dan an-Nasa’i)
Menurut penjelasan lain, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan tiba Kiamat hingga kalian memerangi kaum yang alas kakinya terbuat dari bulu. Dan kiamat tidak akan tiba sampai kalian memerangi kaum yang bermata kecil dan berhidung mancung” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)
Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala mewahyukan kepada Isa ‘alaihissalam: Sesungguhnya aku mengeluarkan hamba-hamba-Ku yang tidak ada kemampuan bagi seorang pun untuk memeranginya. Maka biarkanlah mereka hamba-hamba-Ku menuju Thuur. Lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala keluarkan Ya’juj dan Ma’juj dan mereka mengalir dari tiap-tiap tempat yang tinggi. Kemudian mereka melewati danau Thabariyah, dan meminum seluruh air yang ada padanya. Hingga ketika barisan paling belakang mereka sampai di danau tersebut mereka berkata: “Sungguh dahulu di sini masih ada airnya….” (HR. Muslim)

Masih ingatkah akan Hadis Qudsi ini :
dari abu said al kudri dari rosulullah beliau bersabda: 'allah berfirman! 'wahai adam! Lalu adam menjawab, 'aku sambut panggilanmu ya allah, dan dengan bahagia aku menerima perintahmu, segala kebaikan berada di tanganmu. Kemudian ia berfirman, 'keluarkanlah pasukan ahli neraka! Adam bertanya, 'apakah pasukan ahli neraka itu? Allah berfirman, dari 1000 orang ada 999 orang (yang masuk neraka). Maka ketika itu anak anak kecil rambutnya mendadak beruban, setiap yang hamil melahirkan kandunganya, dan kamu lihat manusia sama mabuk padahal mereka tidak mabuk, melainkan hanya adzab Allah itu pedih. Para sahabat bertanya, 'wahai rosulullah, bagaimana posisi kita kalau yang bukan pasukan neraka itu hanya satu orang di antara seribu orang? Beliau menjawab, bergembiralah karena di antara kamu hanya seorang (yang masuk neraka) sedangkan dari yajuj dan majuj seribu orang (yang masuk neraka). Shahih bukhari.

Masih tidak percaya..? satu lagi penguatnya, yaitu ada hadis dari Ibnu Abbas: “Bumi itu terbagi menjadi enam. Lima bagian dihuni oleh Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog, sedangkan yang satu dihuni oleh makhluk yang lain” (pen: dunia mengenal adanya 6 benua) dan Dari Imran bin Hushain r.a., Rasulullah saw. bersabda,’...dan demi jiwaku yang berada dalam genggaman-Nya bahwa kalian adalah kilauan dua makhluk yang selalu berkembang jumlahnya yaitu Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog yang berasal dari keturuan Adam, keturunan Iblis’ (HR Turmudzi).-

Marilah Kita lihat satu-satu akan hal-hal yang terkait dengan bangsa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog
Siapa Bangsa Yakjuj Dan Makjuj..?

Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan

Mereka berkata: "Hai Dzulqarnayn, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?"

Dzulqarnayn berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,

berilah aku potongan-potongan besi." Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnayn: "Tiuplah (api itu)." Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu."

Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.

DDzulqarnayn berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar."

Kami biarkan mereka di hari itu (Pada Perang Dajjal) bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya, (QS. Al-Kahfi: 93-99)

Apa sebenarnya tujuan didirikannya tembok Dzulqarnayn, hal yang pasti itu merupakan permintaan dari hanya satu kaum “kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan” untuk apa (agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka) mereka minta dibuatkan dinding pembatas wilayah mereka dengan Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog, siapakah mereka yaitu “sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi” berarti bisa dijelaskan bahwa :

Tujuan awal dinding ini agar mereka (hanya satu kaum) mendapatkan perlindungan dari serangan (diperangi) Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog.

Berarti hal kedua bisa diartikan pula adalah bahwa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog pernah melakukan kerusakan/peperangan sebelum-sebelumnya yang mengakibatkan kerusakan dan pembunuhan yang besar, karena itu kaum ini minta dibuatkan pembatas wilayah mereka yang terbuka dari serangan dan menunjukkan selalu ketidakmampuan melawan serangan tersebut. ini dapat diartikan pula ciri-ciri Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog adalah bangsa yang suka membuat kerusakan, kita harus meneliti sejarah siapakah bangsa yang suka membuat kerusakan dalam peperangan dan berhubungan dengan turunan dari utara ini. (di dalam sumber literatur yang penulis sertakan dibawah ada dijelaskan perjalanan asal-usul, suku bangsa Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog dan turunannya)

Dari sini ada hal ketiga yang berarti cukup tembok diantara dua gunung itu saja, mereka telah dapat selamat, kenapa demikian, berdasarkan penelitian dan beberapa penjelasan diatas, jelaslah bahwa hanya sedikit ruang tembus di daerah mereka (kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan) yaitu disekitar pegunungan kaukakus dimanapun tembok itu sebenarnya berada, sementara bila Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog ingin menyerang kaum ini lagi maka ia harus berputar jauh dulu kearah timur atau barat, dan ini bisa memakan waktu lama dan termaksud bahwa kaum Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog ini akan berhadapan dahulu dengan bangsa-bangsa lain yang ada di timur dan barat, seperti berputar ke timur, akan bertemu bangsa China dan ternyata bangsa China membuat tembok pula disana (Puncak gunung yang dikatakan sebagai tempat Yakjuj Makjuj akan turun di akhir jaman nanti adalah di pergunungan Caucasus dan juga banjaran-banjaran tinggi di sekitar Mongolia, Kazakhstan dan juga Russia Selatan contohnya seperti banjaran Himalaya, Tien Shan, Elbruz, dan lain-lain.

Banjaran-banjaran yang tinggi itu merupakan tembok alam ciptaan Allah swt sebagai penghalang daripada ancaman dashyat Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog dan selebihnya pula adalah tembok-tembok ciptaan manusia sendiri iaitu Tembok Besi Iskandar Dzulqarnayn di Fergana, Tembok Besar China, Gerbang Besi Tiemen Kuan, Tembok Derbend di Gunung Caucasus, Tembok Gorgan di Iran Utara dan Tembok Kota Zeng Zhou).Ternyata dari penutupan celah antara dua gunung ini pula telah menyelamatkan wilayah Khurasan, Persia dan Timur Tengah dari serangan langsung Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog, bila pun mereka mau menyerang Khurasan, Persia dan Timur Tengah maka mereka harus berputar jauh dahulu atau hanya bila dinding tembok telah runtuh.

"Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (Hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata); "Aduhai celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zhalim." (QS. Al-Anbiya 21:96)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah dalam keadaan jarinya terbalut karena tersengat kalajengking. Beliau bersabda: “Kalian mengatakan tidak ada musuh. Padahal sesungguhnya kalian akan terus memerangi musuh sampai datangnya Ya’juj dan Ma’juj, lebar mukanya, kecil matanya, dan menyala (terang) rambutnya. Mereka mengalir dari tempat-tempat yang tinggi, seakan-akan wajah-wajah mereka seperti perisai”.

Dalam nash ini “mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi”, bila dikaitkan di jaman pertengahan bisa diartikan dari gunung-gunung yang memang bisa seperti itu karena halangan mereka adalah pegunungan kaukakus, bila dikaitkan jaman sekarang, bangsa turunan Yakjuj & Makjuj / Gog & Magog haruslah pula sebagai suku yang tidak lagi liar dan mengikuti perkembangan teknologi sekarang atau bagian peradaban maju sekarang, berarti bisa turun cepat dari tempat tinggi dapat diartikan dua hal, arti pertama adalah mereka sebagai penguasa/pemimpin (tempat tinggi adalah para penguasa atau para pemimpin sebagai makna kiasan), artinya mereka penguasa atau pemimpin di beberapa bagian/bangsa dunia, baik terlihat atau terselubung.


 Arti kedua adalah turun dari langit sebagai tempat yang tinggi atau dikatakan pesawat-pesawat dengan parasut, wajah seperti perisai layaknya tentara yang mencoret-coret wajah atau memakai helm perang, mata yang kecil layaknya keadaan orang yang lagi mabuk dan narkotika. Siapakah diantara ras-ras atau bangsa-bangsa sekarang yang dapat membawa banyak pasukan di atas langit atau banyak memimpin di dunia yang banyak membuat perang dan meninggalkan kerusakan perang yang parah termaksud pembantaian dan pembunuhan? anda harus lihat perang dunia kesatu dan kedua dan perang-perang yang terjadi dari jaman khalifah hingga jaman sekarang dan tentu saja berhubungan dan merupakan masih anak turunan dari bangsa di utara ini. Anda bisa lihat sejarah Salahuddin Al Ayyubi dan Quthbuddin Al Yunaini, siapa yang membantai banyak manusia dan menghancurkan kota-kota pada jaman itu. Jangan katakan mereka bangsa Allien dengan UFO-nya soalnya mereka pernah membuat beberapa kali kerusakan-kerusakan dahulu kala dan pernah terkurung wilayahnya.

Muqadimah Ya'juj & Ma'juj (live in action)

                       
Quran Surat Al Kahfi ayat 93 – 99

Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan

Mereka berkata: "Hai Dzulqarnayn, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?"

Dzulqarnayn berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,

berilah aku potongan-potongan besi." Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah DDzulqarnayn: "Tiuplah (api itu)." Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu."

Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.

DDzulqarnayn berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar."

Kami biarkan mereka di hari itu (Pada Perang Dajjal) bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya, (QS. Al-Kahfi: 93-99)


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah berfirman: “Wahai Adam!” maka ia menjawab: “Labbaik wa sa’daik” kemudian Allah berfirman: “Keluarkanlah dari keturunanmu ahli neraka!” maka Adam bertanya: “Ya Rabb, apakah ahli neraka itu?” Allah berfirman: “Dari setiap 1000 orang, 999 di neraka dan hanya 1 orang yang masuk surga.” Maka ketika itu para sahabat yang mendengar bergemuruh membicarakan hal tersebut. Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, siapakah di antara kami yang menjadi satu orang tersebut?” Maka beliau bersabda: “Bergembiralah, karena kalian berada di dalam dua umat, tidaklah umat tersebut berbaur dengan umat yang lain melainkan akan memperbanyaknya, yaitu Ya’juj dan Ma’juj. Pada lafaz yang lain: “Dan tidaklah posisi kalian di antara manusia melainkan seperti rambut putih di kulit sapi yang hitam, atau seperti rambut hitam di kulit sapi yang putih.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Sa'id Radhiyallahu' anhu, dia berkata, "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Allah Azza Wa Jalla berfirman kepada Adam, "Wahai Adam!" Adam menjawab, "Saya penuhi panggilan-Mu serta segala kebahagiaan dan kebaikan ada pada diri-Mu." Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, 'Allah berfirman, "Keluarkan (para calon penghuni) utusan neraka." Adam bertanya, "Siapakah utusan penghuni neraka?" Allah menjawab, "(yaitu) sebanyak 999 orang dari tiap-tiap 1000." Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, "Demikian itu ketika anak kecil beruban, sebagaimana dalam firman Allah, "Pada hari kiamat gugurlah kandungan semua wanita yang hamil dan kamu lihat manusia dalam keadaaan mabuk, padahal mereka sebenarnya tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah amatlah keras." Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Keadaan ini sangatlah berat (dahsyat) bagi mereka." Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah! Siapa di antara kami yang termasuk calon penghuni neraka?" Rasulullah menjawab, "Bergembiralah kalian, karena (perbandingannya penghuni neraka) jika dari kaum Ya'juj Ma'juj ada 1000 orang, maka dari kalian adalah satu orang." Lalu beliau bersabda; "Dan demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya, sungguh aku sangat berharap agar kalian menjadi '1/4 (seperempat) dari penghuni surga." Maka kami (para sahabat) langsung bertahmid dan bertakbir kepada Allah. Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda lagi, "Dan demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya, sungguh aku sangat berharap agar kalian adalah 1/3 dari penghuni surga." Maka kami pun langsung bertahmid dan bertakbir kepada Allah. Kemudian beliau bersabda lagi, "Dan demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya, sungguh aku sangat mengharapkan kalian termasuk setengah dari penghuni surga. Sesungguhnya perumpamaan kalian dari umat-umat lain adalah bagaikan bulu putih di kulit lembu hitam, atau bagaikan belang di kaki himar.



Dari Anas bin Malik RA, bahwa Rasulullah telah bersabda kepadanya, "Wahai Anas, sesungguhnya manusia akan menempati banyak tempat, dan sebuah tempat yang akan mereka tempati dinamakan Bashrah (atau Bushairah). Jika kamu melewatinya (atau kamu memasuki kota tersebut) maka berhati-hatilah terhadap asinnya daerah itu (hingga tanaman pun sulit untuk tumbuh), gersangnya daerah itu, pasar-pasar dan penguasa zhalimnya. (Ketika kamu melewati tempat itu) hendaknya kamu berjalan menyusuri bagian tepinya, karena di sana akan terjadi gerhana, cuaca yang sangat dingin dan gempa bumi. Kamu juga akan mendapati sebuah kaum yang bermalam di sana dan pada pagi harinya mereka berubah menjadi kera dan babi." Shahih: Al Misykah (5433)

Dari Abdurrahman bin Ghanm Al Asy'ari, dia berkata: Abu Amir —atau Abu Malik— memberitahukan kepadaku: Demi Allah, Dia tidak berbohong kepadaku, sesungguhnya dia mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh, orang-orang di antara umatku akan ada yang menghalalkan Al Khazza (pakaian dari wol dan sutra) dan Al Harir (pakaian dari sutra)... —beliau lalu berbicara tentang hal lain— kemudian beliau bersabda, "Banyak dari mereka yang dirubah menjadi kera dan babi hingga Hari Kiamat." Abu Daud berkata: Lebih dari dua puluh sahabat Rasulullah memakai sutra (sebelum ada hadits ini), diantaranya Anas dan Al Barra' bin Azib. (Shahih) Ash-Shahihah, 91. Diriwayatkan oleh Bukhari secara mu'alaq.

 dan ada hadis lainnya, yaitu dari Abu Malik Al-Asy'ari Ra. katanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda; "Sesungguhnya akan ada sebagian dari umatku yang meminum khamar dan mereka menamakannya dengan nama yang lain. (Mereka meminum) sambil diiringi dengan alunan musik dan suara biduanita. Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menenggelamkan mereka ke dalam bumi (dengan gempa) dan Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mengubah mereka menjadi kera atau babi." (HR. Ibnu Majah).